MUI Himbau Jadikan Ramadhan Momentum Kebangkitan Spiritual

Konperensi Perss MUI Terkait Persiapan Bulan Suci Ramadhan (Foto: MINA/kurnia)

Jakarta, 1 Ramadhan 1438/27 Mei 2017 (MINA) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menghimbau kepada kaum muslimin untuk menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum kebangkitan spiritual berdasarkan iman, ilmu dan amal saleh guna mewujudkan kesalehan pribadi menuju kesalehan sosial demi terwujudnya kemaslahatan umat dan bangsa.

Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi menyerukan umat Islam agar memasuki Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan serta senantiasa mengharap ridho Allah dalam suasana hati yang sejuk, tenang dan damai serta mengembangkan sikap toleransi dalam menjalankan Agama.

“Agar tidak terjebak pada pertentangan dan perselisihan termasuk perbedaan faham keagamaan serta memghindari perbuatan yang sia-sia, pemborosan yang mendatangkan kemudharatan bagi diri sendiri dan orang lain,” kata Zainut dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (27/5).

MUI juga melakukan pemantauan terhadap berbagai siaran media masa sebagai salah satu bentuk tanggung jawab ulama dalam mengawal dan menjaga akhlak bangsa, melibatkan masyarakat dengan cara mengirim tanggapan atau komentar tentang konten siaran televisi melalui email: [email protected] dan email:[email protected].

Ia menjelaskan pemantauan ini, akan dilakukan prime time yakni sebelum dan sesudah sahur serta sebelum dan sesudah berbuka puasa. Tim pemantau MUI akan bekerjasama dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

MUI juga menyampaikan apresiasi kepada stasiun televisi dan radio yang telah mempersiapkan berbagai acara siaran Ramadan yang sejalan dengan nilai-nilai al-akhlaq nul karimah, sehingga tercipta situasi Ramadhan yang khusyuk dan khidmad.

Dan MUI juga mengimbau agar berbagai media massa (TV, Radio, Media Cetak) tidak menyiarkan tayangan yang bersifat pornografi, pornoaksi, bermuatan ramalan, kekerasan baik fisik maupun psikis, lawakan yang berlebihan (Konyol), cara berpakaian yang tidak sesuai dengan al-akhlak al-karimah.

Dijelaskan MUI kepada BUMN baik swasta, nasional maupun asing untuk melaksanakan CSR guna membangun tata sosial kehidupan masyarakat sebagai refleksi dari nilai saling sayang antar sesama dan bertolong menolong dalam kebajikan dan taqwa untuk terwujudnya tatanan masyarakat bangsa yang bahagia dan sejahtera.

Selain itu, pihaknya mengingatkan pemerintah agar mengantisipasi keinginan masyarakat untuk dapat memanfaatkan fasilitas transportasi yang aman dan nyaman serta ketersediaan fasilitas umum bagi mereka yang ingin bersilaturahmi dengan keluarga dan handai taulan pada saat Lebaran Idul Fitri. Juga meminta kepada aparat penegak hukum untuk menindak tegas berbagai bentuk pelanggaran hukum yang dapat mengganggu kekhusyuan dan kekhidmatan dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan seperti peredaran miras, tempat hiburan malam dan praktek prostitusi.

Terakhir MUI mengimbau kepada kelompok masyarakat agar menghindari tindakan kekerasan seperti main hakim sendiri, sweeping dan pelanggaran hukum lainnya.

Sembilan Taushiyah Ramadan 1438H MUI ini ditandatangani oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Ma’ruf Amin dan Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas dan disampaikankan oleh Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi didampingi oleh Wasekjen MUI Amirsyah Tambunan, Wasekjen MUI Misbahul Munir, dan Bendahara MUI Iing Sholihin. (L/R03/RS2)

Miraj Islamic News Agency (MINA)