MUI: Jadikan Idul Fitri Momentum Persatuan

Jakarta, MINA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak masyarakat, khususnya umat Islam di Indonesia untuk menjadikan Hari Raya Idul Fitri sebagai momentum persatuan.

Ajakan itu disampaikan oleh Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi MUI KH Masduki Baidlowi, dalam Taushiyah Menjelang Idul Fitri di Gedung Pusat MUI, Jl Proklamasi 51, Mentang, Jakarta Pusat, Jumat (31/5).

“Mengajak kepada seluruh umat Islam di Indonesia untuk menjadikan hari raya ledul fitri sebagai momentum menjaga kohesi sosial, memelihara hubungan antar sesama masyarakat, dan antar sesama warga bangsa,” kata Masduki.

Terlebih ldul Fitri tahun ini berdekatan dengan agenda politik nasional berupa Pemilihan Umum Presiden, DPD, DPR, dan DPRD tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

“Perbedaan aspirasi politik merupakan hal biasa yang harusnya dipandang sebagai rahmat dalam kehidupan berbangsa dan bemegara,” ujarnya.

Menurut dia, perbedaan aspirasi politik bukan menjadi penyebab terjadinya saling marah, saling benci, serta saling mencerca dan meneaci maki.

“Sehingga tercipta suasana politik dan demokrasi yang dilandasi nilai-nilai keadilan, kejujuran, kesantunan dan keadaban,” katanya.

Masduki mengatakan, peristiwa 21-22 Mei 2019 di Jakarta harus dijadikan sebagai muhasabah. Ia mengaku turut prihatin serta mendoakan delapan orang yang menjadi korban bisa diampuni dosanya.

Ia berharap, pemerintah, khususnya pihak kepolisian, agar dapat menjamin keamanan dan kenyamanan umat Islam dalam merayakan Hari Raya ldul Fitri.

“Baik pada saat perjalanan pergi dan pulang mudik, malam takbiran maupun pada saat pelaksanaan shalat leduI Fitri di lapangan, di masjid, surau, atau tempat lainnya,” katanya.

Tak lupa, Masduki mengimbau kepada para khatib shalat ldul Fitri untuk selain menyampaikan pesan peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada para jamaah, juga pentingnya memperkokoh hubungan persaudaraan antar sesama umat Islam, hubungan persaudaraan antar sesama anak bangsa.

“Mengimbau kepada umat Islam di Indonesia agar dalam merayakan hari raya ldul Fitri tetap mengedepankan dan menjunjung tinggi perilaku terpuji, menjaga keamanan, kenyamanan dan kekhusyuan, serta menghindarkan diri dari perilaku yang berlebihan dan menyia-nyiakan harta,” katanya. (L/R06/B05)

Mi’raj News Agency (MINA)