MUI Kecam Keras Penyerangan Polisi Israel ke Jamaah Tarawih Al-Aqsa

Jakarta, MINA – Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, mengecam keras penggerebekan polisi Israel pada Jumat malam di Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, Palestina.

Menurutnya, peristiwa penyerangan yang dilakukan oleh militer dan ekstremis kanan Yahudi terhadap warga Palestina yang melaksanakan ibadah di Masjid Al-Aqsa adalah tindakan biadab.

“Penyerangan ini membuktikan dengan kasat mata, otoritas Israel memang tidak akan pernah menghentikan spirit imperialisnya. Tindakan brutal dan pengecut ini tidak saja bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan yang harus dijaga kedaulatannya, akan tetapi sekaligus merendahkan agama,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima MINA, Sabtu (8/5).

Sudarnoto menyatakan, sudah waktunya negara-negara besar seperti Amerika Serikat untuk segera mengambil inisiatif mengingatkan dengan keras Israel untuk menghentikan tindakan-tindakan biadab.

“Di bawah kepeminpin Joe Biden, Amerika berpeluang besar untuk menekan Israel. Ini kesempatan Amerika,” imbuhnya.

Menurut Sudarnoto, langkah empati dan konstruktif ini juga bisa dilakukan oleh negara-negara Uni Eropa dan lain-lain. Secara bersama-sama negara-negara ini bisa melakukan tekanan internasional terhadap Israel melalui PBB. “Jika diperlukan, Israel diberi sanksi internasional,” tegasnya.

Sudarnoto juga mengatalan, sudah saatnya juga OKI segera melakukan konsolidasi secara efektif, menghentikan pertentangan dan membangun perdamaian sejati. “Persatuan negara-negara anggota OKI sangat penting,” tambahnya.

Kepada pemerintah Indonesia, lanjut Sudarnoto, apresiasi disampaikan atas upaya-upaya kongkrit dalan membantu rakyat dan bangsa Palestina selama ini. “Upaya-upaya ini harus terus ditingkatkan sehingga benar-benar efektif menekan Israel,” pungkasnya.

“MUI dan umat Islam serta seluruh masyarakat yang mencintai agama, perdamaian dan kemanusiaan akan senantiasa membersamai perjuangan ini,” tambahnya lagi.

Polisi Israel berusaha membubarkan jamaah Muslim di dalam area Haram al-Sharif di Masjid Al-Aqsa pada Jumat malam, dengan menggunakan granat kejut dan bom gas.

Insiden itu menyebabkan banyak warga terluka, Anadolu Agency melaporkannya.

Masjid Al-Aqsa adalah situs paling suci ketiga di dunia bagi umat Islam. Orang Yahudi menyebut daerah itu “Temple Mount,” mengklaim itu adalah situs dari dua kuil Yahudi di zaman kuno.

Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Al-Aqsa berada, selama perang Arab-Israel 1967. Zionis Israel mencaplok seluruh Yerusalem Timur pada 1980 dalam sebuah tindakan yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.

Selain itu, Sudarnoto menilai, Al-Quds adalah tempat suci dan terhormat bagi tiga agama besat Islam, Kristen dan Yahudi. Itu artinya, tiga agama ini telah dihinakan oleh sikap militer.

“Militer Israel benar-benar melakukan kebodohan dan kesalahan fatal telah merusak suasana ibadah Shaum umat Islam di bulan Ramadhan ini,” katanya.

Selama bulan suci Ramadhan ini, lanjut dia, tindakan militer dan kelompok Yahudi ekstrim Israel yang tidak manusiawi semakin memperkeruh suasana politik di Palestina.

“Pemilu legislatif Palestina terancam batal diselenggarakan. Karena itu, mereka sebetulnya telah menunjukkan keengganannya untuk membangun demokrasi yang sehat, dan ini tidak akan produktif bagi upaya menciptakan perdamaian,” tambahnya. (L/R1/RI-1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)