Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

MUI: Kita Siapkan Generasi Berkualitas, Kuat Mental dan Spiritual

Hasanatun Aliyah - Sabtu, 29 Juni 2024 - 18:32 WIB

Sabtu, 29 Juni 2024 - 18:32 WIB

10 Views

Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (KPRK MUI) Dr. Siti Ma'rifah. (Dok.MUI)

Garut, MINA – Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (KPRK MUI) menggelar Bimbingan Teknis dan Pembekalan Psychological First Aid (PFA) bagi Pendamping Santri di Pondok Pesantren.

Ketua KPRK MUI Dr Siti Ma’rifah Ma’ruf Amin menyampaikan, kegiatan ini digelar bagi para pendamping santri agar dapat menyiapkan generasi yang berkualitas dan kuat, baik secara mental dan spiritual.

“Tugas MUI sebagai himayatul ummah dan shodiqul hukumah, sebagai pendamping masyarakat dan mitra pemerintah, kami mengambil peran menyiapkan generasi yang berkualitas,” kata Siti Ma’rifah dalam sambutannya pada kegiatan bertajuk Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak di Pondok Pesantren di Pondok Pesantren Al-Musaddadiyah, Garut, Jawa Barat, Sabtu (29/6).

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan menanggapi berbagai persoalan yang terjadi pada anak khususnya bagi para santri. Persoalan tersebut antara lain terkait dengan kekerasan, bullying, judi online, dan pornografi, untuk itu perlu dibentengi melalui pembekalan wawasan dari para pendamping santri.

Baca Juga: PRIMA DMI Jakarta Ikuti Temu Karya Lintas Agama DISPORA Jakarta

“Kasus-kasus yang terjadi pada anak tidak hanya terjadi di daerah perkotaan, tetapi juga di daerah pedesaan,” ujar Ma’rifah.

Untuk mengantisipasi dan menangani persoalan tersebut, Ma’rifah menjelaskan, KPR MUI bukan hanya melakukan bimbingan teknis secara psikologis saja, tetapi juga ketahanan, baik sisi kesehatan dan ekonomi.

“Jika diperhatikan, kasus-kasus yang terjadi justru di bawah naungan lembaga pendidikan, maka untuk membangun manusia yang utuh dan sempurna, membutuhkan proses pendidikan yang utuh dan integratif,” ujarnya.

Ma’rifah mengapresiasi langkah Kementerian Agama RI melalui Peraturan Menteri Agama (PMA) untuk mencegah terjadi kekerasan seksual di lembaga pendidikan keagamaan.

Baca Juga: Santri Al-Fatah Cileungsi Dibekali Keahlian Robotik

Ma’rifah menekankan, pihaknya akan berupaya mengambil peran pencegahan dan penanganan kepada anak yang menjadi korban dari kekerasan. Salah satu yang dilakukan dengan menggunakan metode PFA.

“PFA merupakan pertolongan pertama psikologis yang bisa digunakan kepada seseorang untuk menguatkan kondisi psikologis dan psikisnya dalam menghadapi traumatis, terutama akibat kekerasan,” ungkapnya.

Ma’rifah menambahkan, upaya ini dilakukan untuk melaksanakan maqashid syariah dalam menjaga agama, menjaga keturunan, menjaga jiwa, menjaga harta, dan menjaga akal.

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama KPRK MUI dengan Kementerian Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) RI.

Baca Juga: Mahasiswa Indonesia Dipercaya Masjid Al-Azhar Jadi Relawan Pembagian Takjil

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda