MUI Lampung Minta Masyarakat Bersatu Tidak Terprovokasi

Bandar Lampung, MINA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bandar Lampung meminta masyarakat terus bersatu dan tidak terpengaruh terhadap provokasi-provokasi yang akan menimbul insiden.

“Sehubungan terjadinya insiden penusukan atas Syeikh Ali Bin Jabir oleh orang tak dikenal saat pengajian di Masjid Falahuddin (Kota Bandarlampung Provinsi Lampung) pada Ahad (13/9) sekitar pukul 17:20 WIB,” kata Ketua MUI Bandar Lampung Dr. KH. Khairuddin Tahmid dalam keterangan pers di Bandar Lampung, Selasa (15/9).

MUI turut prihatin dan mengecam keras insiden tersebut, karena ini merupakan tindakan kriminal yang dapat mengganggu kegiatan dakwah Islam dan nama baik daerah.

MUI meminta aparat Kepolisian Daerah Lampung agar secepatnya mengungkap dan mengumumkan motif di balik insiden ini, serta bekerja secara profesional dan melibatkan pihak-pihak berkompeten yang dibutuhkan, sehingga perkara ini menjadi jelas dan terang.

MUI juga meminta aparat Kepolisian Daerah Lampung agar tidak tergesa-gesa menyimpulkan pelakunya adalah orang kurang waras atau terganggu jiwanya karena akan menimbulkan ketidakpercayaan dari masyarakat Lampung.

“Untuk itu, pelaku penusukan agar dikenakan hukuman sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku di negara kesatuan Republik Indonesia,” kata Khairuddin.

Ia mengimbau umat Islam harus tenang dan rasional dalam menyikapi insiden ini, menyerahkan  pihak berwenang untuk melakukan proses hukum, dan tidak terprovokasi melakukan tindakan main hakim sendiri.

“Masyarakat yang menyelenggarakan kegiatan-kegiatan di masa Pandemi Covid-19 yang melibatkan orang banyak agar mengikuti protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah, dan berkoordinasi dan melibatkan pihak Keamanan Dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) setempat,” imbuhnya.

“Semoga para pelaku dakwah senantiasa dilindungi Allah dan khususnya Syeikh Ali Bin Jaber segera diberikan kesembuhan serta insiden seperti ini tidak terjadi kembali, khususnya di Provinsi Lampung,” harapnya. (L/R4/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)