MUI Mengaku Tak Tau Rencana Kunjungan Istibsyaroh ke Israel

Jakarta, 25 Rabi’ul Akhir 1438/24 Januari 2017 (MINA) – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Luar Negeri KH Muhyidin Junaidi mengatakan pihaknya tidak mengetahui rencana kunjungan Ketua Komisi Perempuan, Remaja, MUI Pusat Prof Istibsyaroh yang ikut dalam rombongan ke Israel.

Usai Rapat Pimpinan (Rapim) di Gedung MUI Pusat, Jakarta, Selasa (24/1), KH Muhyidin mengungkapkan kekecewaannya terkait keikutsertaan Istibsyaroh dalam kunjungan ke Israel itu. Apalagi, lanjutnya, situasi di Palestina sejak sedang tidak kondusif.

“Sesuai amanat konstitusi, Indonesia tidak mengakui negara Israel dan tidak memiliki hubungan diplomatik dengan negara itu. Indonesia secara terang-terangan mendukung perjuangan Palestina untuk mencapai kemerdekaannya,” katanya.

Menurut KH Muhyidin, kunjungan tersebut melukai perasaan umat Islam dan bangsa Indonesia karena sejauh ini Israel masih melakukan pelanggaran-pelanggaran terhadap warga Palestina.

KH Muhyidin mengaku khawatir lawatan itu akan merusak hubungan bilateral Indonesia dengan sejumlah negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI), meskipun ada beberapa negara OKI yang kini sudah menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.

“Alternatif terbaik adalah meminta kepada yang bersangkutan untuk memberi pertanggung jawabannya dengan cara mengundurkan diri karena minta maaf saja tidak cukup. Jadi MUI akan tegas,” ujarnya.

Senada dengan itu, di tempat terpisah, Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid menyatakan kunjungan Istibsyaroh ke Israel tidak mewakili MUI.

“Beliau tak pernah minta izin tentang itu dan MUI juga tidak minta konfirmasi atau mendapatkan undangan untuk kegiatan di Israel itu sehingga MUI tidak bertanggung jawab secara organisatoris dan secara hukum,” ujar Zainut.

Kunjungan warga Indonesia ke Israel itu bukan yang pertama. Sebelumnya, Israel mengundang lima wartawan Indonesia bertemu dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Selain mengadakan pertemuan dengan pejabat Israel, rombongan akan diajak mengenali budaya, kesenian, makanan dan bahkan tinggal bersama warga Israel.

Rombongan ke Israel itu diatur dan dibiayai oleh sebuah lembaga lobi Yahudi di Australia (AIJAC – Australia, Israel, and Jewish Affairs Council). (L/R06/RS3)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)