MUI NTT: INDONESIA HARUS BERPERAN AKTIF BANTU PALESTINA

H. Abdulkadir Makarim, Ketua MUI NTT (Majlis Ulama Indonesia Nusa Tenggara Timur)
H. Abdulkadir Makarim, Ketua MUI NTT (Majlis Ulama Indonesia Nusa Tenggara Timur)

Jakarta, 16 Ramadhan 1435/ 14 Juli 2014 (MINA) – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nusa Tenggara Timur (NTT) H. Abdulkadir Makarim,  mengatakan, Pemerintah Indonesia harus berperan aktif dalam membantu perjuangan Palestina.

“Indonesia sebagai negara mayoitas Muslim terbesar di dunia harus aktif membantu Palestina, apalagi saat ini, kita jelas dapat merasakan derita yang dialami saudara-saudara kita di sana,” kata Abdulkadir saat dihubungi wartawan Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Senin (14/7).

Menurutnya, mengandalkan PBB terlalu lamban merespon agresi Israel ke Jalur Gaza. Serangan sudah terlalu banyak memakan korban di kalangan warga sipil.

Untuk itu, MUI setempat bekerjasama dengan lembaga kemanusiaan Aqsa Working Group (AWG) sebagai bagian dari Indonesia, berusaha membantu perjuangan Palestina melalui sosialisasi dan penggalangan dana untuk perjuangan Palestina.

“Selain itu, yang lebih penting adalah perlu terus diupayakan persatuan dan kesatuan umat Islam, serta kaum muslimin di luar Palestina, agar mendoakan kemenangan Palestina,” ujarnya.

Ia menghimbau agar umat Islam di Indonesia khususnya untuk terus memberikan dukungan dan lebih meningkatkan kepedulian dengan membantu sesuai kemampuan.

“Umat Islam di NTT semakin berkembang di atas 15 persen dan semakin terjalin kerukunan antar umat beragama,” tambahnya.

Sementara itu, Ardansyah, Ketua Aqsa Working Group (AWG) NTT, mengatakan bahwa Ramadhan ini sebuah momen dan sebagai peluang dalam meningkatkan semangat dan kepudilian kaum Muslimin terhadap perjuangan Palestina.

Ia melaporkan, AWG NTT mengadakan safari Ramadhan ke berbagai masjid untuk peduli Palestina, serta dana yang terkumpul di Kupang sebanyak 20 juta rupiah.

“Masyarakat di sini sangat peduli dan antusias tehadap perjuangan Palestina dan Masjid Al-Aqsha.” ujarnya. (L/P010/R1).

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

Comments: 0