MUI Pusat Adakan Orientasi untuk Seluruh Pengurus

Jakarta, MINA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengadakan Orientasi untuk semua pengurus MUI secara virtual yang berlangsung selama sehari mulai pukul 08.00 sampai 15.00 sore.

Orientasi  berbagai materi mulai dari Ke-MUI-an sampai hal teknis. Demikian keterangan dari MUI, Ahad (31/1).

Materi disampaikan Ketua Umum MUI, Wakil Ketua Umum MUI, Wakil Sekjen MUI, bahkan Bendahara MUI.

Ratusan peserta dari pengurus Komisi, Badan, dan Lembaga hadir dalam orientasi yang bersifat internal ini. Sebelumnya, orientasi juga telah diadakan khusus untuk Pimpinan Harian MUI dan Pimpinan Komisi, Badan, dan Lembaga.

Ketua Panitia Orientasi MUI Badriyah Fayumi menyampaikan, bahwa orientasi ini dalam rangka menyamakan gerak langkah seluruh pengurus MUI, sebab, pengurus MUI berasal dari latar belakang yang beraneka ragam.

“Orientasi ini akan menjadi forum taswiyatul manhaj dan tansiqul harakah, kita sama-sama menyatukan langkah, cara pandang, dan persepsi, serta mengkoordinasikan mulai dari hal yang sifatnya substantif paradigmatik sampai hal yang sifatnya teknis operasional implementatif,” kata Badriayh yang juga Wakil Sekjen MUI Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga, dalam keterangan tertulisnya.

Dikatakannya, penyatuan langkah ini diperlukan karena latar belakang pengurus MUI yang beraneka ragam. Keberagaman pengurus MUI itu, tuturnya, mencakup banyak aspek. Mulai dari asal organisasi, keilmuan, pengalaman, bahkan usia. Orientasi ini juga menjadi ruang perjumpaan antarpengurus dari berbagai latar belakang tersebut.

“Bahkan pengurus MUI sudah ada usia kolonial dan usia milenial. Tapi generasi milenial relatif lebih sedikit karena para masayikh dan syaikhat di organisasi MUI sebagian besar diisi yang sudah matang dari segi keilmuan, pengalaman, maupun khidmat kebangsaan dan kenegaraan,” katanya.

Tokoh yang terkenal sebagai Ketua Pengarah Tim Konferensi Ulama Perempuan Indonesia berharap, materi yang disampaikan dalam orientasi oleh pimpinan harian MUI bisa menjadi rujukan bersama. Sehingga dalam lima tahun ke depan, semua pengurus MUI bisa menjalankan khidmah dengan maksimal.

“Berharap materi yang disampaikan menjadi rujukan bersama pengurus MUI dalam pengkhidmatan lima tahun ke depan. Ini dalam rangka memperteguh pengkhidmatan MUI melalui Komisi, Badan, dan Lembaga,” ujarnya.

Orientasi ini, menurut dia, menjadi titik pijak bersama pengurus MUI dalam berkhidmat. Sebab mandat dan tugas MUI sangatlah berat. MUI menjadi rujukan umat, masyarakat, dan rujukan-mitra pemerintah.

“Tentu saja, ruang khidmah dan tanggung jawab dan beban amanat ini perlu dipikul dengan semangat yang maksimal, dalam rangka khimayatut din, himayatul ummah, dan himayatut daulah,” paparnya. (R/R4/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)