MUI Sambut Baik Seruan Ceramah di Rumah Ibadah

Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Saadi (Foto : Kurniawan)

Jakarta, 3 Sya’ban 1438 / 29 April 2017 (MINA) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyambut baik soal adanya seruan Menteri Agama tentang Ceramah di Rumah Ibadah yang ditujukan kepada setiap umat beragama yang ada di Indonesia.

MUI berpandangan bahwa ceramah agama seyogyanya dapat membawa umat manusia kepada solidaritas dan kerja sama untuk membangun peradaban masyarakat yang harmonis, maju, sejahtera, dan beradab dengan menampilkan wajah agama yang damai, penuh kasih dan memberikan rahmat untuk seluruh alam.

“Masyarakat yang majemuk perlu adanya aturan yang berisikan nilai-nilai etika dan pesan moral untuk dijadikan pedoman bersama baik secara pribadi maupun kelompok dalam melaksanakan tugas dakwah atau misi agama, agar tidak terjadi benturan di masyarakat,” ujar Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Saadi di Jakarta, Sabtu (29/4).

Ia menambahkan, MUI melihat dalam kehidupan umat manusia baik pada skala global maupun nasional di banyak negara menunjukkan adanya gejala pertentangan, pertikaian dan perpecahan yang membawa dampak sistemik pada kehidupan umat manusia dalam berbagai bidang kehidupan.

“MUI meminta kepada Kemenag untuk menyosialisakan seruan tersebut kepada semua pihak agar semua orang khususnya para pemuka agama dapat memahami dan melaksanakan seruan tersebut,” katanya.

MUI mengkritisi, karena seruan tersebut tidak ada sanksi maka dikhawatirkan seruan ini tidak cukup efektif mendorong para penceramah agama untuk mematuhinya. MUI turut mengimbau kepada semua pihak khususnya kepada para pemuka agama ikut membantu menyosialisasikan seruan ini kepada masing-masing pendakwah, pengkhotbah atau penceramah di masing-masing agamanya.

“Sehingga seruan ini bisa dijadikan panduan bersama dalam melaksanakan tugas suci agama dalam rangka menjaga harmoni kehidupan dan kerukunan baik intern maupun antar umat beragama,” kata Zainut. (L/R08/R01)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)