MUI Serukan Bantuan Bencana Kelaparan Akibat Perang di Yaman 

Keluarga pengungsi internal yang tinggal di kamp pengungsian Provinsi Al-Dhale'e, Yaman.(Foto: YPN untuk UNOCHA)

Jakarta, MINA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan kepada umat Islam Indonesia umumnya, serta ormas Islam dan lembaga kemanusiaan di Indonesia khususnya untuk menggalang dana guna membantu penduduk Yaman yang sedang mengalami kelaparan akibat peperangan.

Seruan MUI tersebut disampaikan dalam surat resmi MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (HLNKI) pada Ahad (7/3), yang ditandatangani Ketua Komisi HLNKI Drs. Bunyan Saptomo, MA dan Sekretaris Komisi Dr. Andy Hadiyanto, MA, serta mengetahui Ketua Bidang HLNKI Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim, MA, dan Wasekjen Bidang HLNKI Dr. Ali Hasan Bahr, MA.

Dalam surat resmi itu, MUI menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas terjadinya bencana kelaparan di Yaman, akibat peperangan yang masih berlanjut di negeri tersebut.

Seruan MUI ini merespon seruan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk penggalangan dana guna membantu penduduk Yaman yang kelaparan karena Perang pada pekan ini.

Melansir dari laman berita resmi milik PBB, UN News, pada konferensi negara donor virtual untuk Yaman yang digelar Swedia dan Swiss, Senin (1/3), dengan tegas Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyampaikan kekecewaannya terhadap negara-negara donor.

PBB berharap bisa dapat mengumpulkan dana 3,8 miliar AS sekitar Rp54,3 triliun. Dana itu untuk membiayai jutaan penduduk Yaman yang menderita.

Namun, dalam laporannya, Antonio Guterres menjelaskan bahwa dana yang berhasil dikumpulkan hanya 1,7 miliar dolar AS atau setara Rp24,2 miliar.

Jumlahnya terpaut USD 1 miliar dari dana sumbangan yang dikumpulkan tahun lalu.

“MUI sebagai wakil umat Islam Indonesia menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada PBB atas komitmennya untuk terus memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Yaman sejak perang terjadi pada tahun 2015,” kata Bunyan.

Selain itu, MUI mendesak semua pihak yang terlibat dalam peperangan di Yaman untuk segera melakukan gencatan senjata, dan melakukan perundingan untuk menyelesaikan pertikaian mereka secara damai sesuai dengan spirit Islam yang berarti kedamaian

MUI mengimbau Pemerintah Republik Indonesia untuk meningkatkan koordinasi dengan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan PBB untuk membantu penyelesaian konflik di Yaman secara damai, dan membantu mengatasi bencana kelaparan di negeri itu.

Lebih dari 16 juta penduduk Yaman akan menderita kelaparan tahun ini

Perang saudara di Yaman mulai pada tahun 2014 lalu oleh pemberontakan kelompok Houthi dan pendukung bekas Presiden Ali Abdullah Saleh.

Houthi berhasil merebut dan menumbangkan ibukota Sanaa sehingga membuat pemerintahan Yaman terusir.

Buntutnya koalisi bentukan Arab Saudi melancarkan serangan udara bertubi-tubi untuk merestorasi pemerintahan pusat.

Konflik di Yaman telah menyebabkan sekitar 130.000 orang tewas dan mengakibatkan sekitar 4 juta orang melarikan diri dari rumahnya untuk menjadi pengungsi.

Jutaan penduduk yang kini berada di tengah konflik terancam kelaparan. Kantor urusan PBB untuk mengurusi Hak Asasi Manusia mengatakan bahwa pada tahun ini, lebih dari 16 juta penduduk Yaman akan kelaparan. Adapun bagi setidaknya setengah juta warga, bencana kelaparan sudah menjadi realita.

Hal ini diperparah dengan dampak wabah corona dan kemunduran ekonomi yang membebani kas negara. Maraknya praktik korupsi dalam penyaluran dana bantuan bagi Yaman juga diyakini sebagai faktor.(L/R1/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)