Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

MUI Sumbar Prihatin Atas Korban Putra Minang di Wamena

kurnia - Jumat, 27 September 2019 - 23:13 WIB

Jumat, 27 September 2019 - 23:13 WIB

0 Views ㅤ

Padang, MINA – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat Buya Gusrizal Gazahar mengungkapkan prihatian atas putra-putri Minangkabau khusus yang sedang merantau menjadi korban di Wamena Papua.

“Kini NKRI yang diperjuangkan oleh para tokoh kita menjadi tumpahan darah dan air mata bagi yang menjadi korban,” kata Gusrizal dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (28/9).

Menurutnya, sebagai seorang muslim sepatutnya istirja’ (inna lillahi wa inna ilaihi raji’un) dan lantunan do’a serta menjadikan kesabaran sebagai pakaian adalah suatu sikap keimanan.

“Namun sebagai warga negara dan rakyat bangsa ini, apakah tak perlu dan terlarang kami bertanya,
Dimana kehadiran Negara dan mereka yang menikmati tetesan keringat rakyat selama ini”?,” ungkap dia.

Baca Juga: MER-C Fasilitasi Keberangkatan 10 Santri Papua ke Pesantren Balekambang Jepara

Dikatanya jika dalam kondisi seperti ini, penguasa tetap absen dan hanya sama-sama bisa meratapi mayat yang telah berjatuhan.

“Kami harus mengambil kesatuan langkah dengan menggelar rapat akbar “Ranah Minang Mangisa Karih” sebagai isyarat bahwa tidak begitu saja darah tertumpah sia-sia dan tak semurah itu nyawa melayang di dalam negara kesatuan yang selama ini kami cintai,” katanya.

“Korban putra-putri Minagkabau di Papua tak cukup hanya mengundang ucapan duka,” katanya.

Kalau memang kita hidup bernegara, kami patut bertanya, dimana tuan-tuan yang mengaku menjadi penguasa?. (R/R03/P2)

Baca Juga: Berkunjung ke UEA, Jokowi Terima Penghargaan Order of Zayed

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda