MUI Terima Zakat Bank Mega Syariah

Jakarta, MINA – Bank Mega Syariah secara simbolik menyerahkan kepada Majelis Ulama Indonesia () sebesar Rp 750 juta di Gedung MUI Pusat, Jakarta, Selasa (26/4).

Komisaris Utama Bank Mega Syariah, Mohammad Noh mengatakan, ini sudah menjadi tradisi Bank Mega Syariah untuk mengeluarkan zakat 2,5 persen dari keuntungan kotor, bukan keuntungan bersih sebelum dipotong pajak sebanyak 22 persen.

“Kita zakat terlebih dahulu baru keluarkan pajaknya. Sehingga nilai zakatnya lebih besar sebelum pajak, dibanding setelah pajak. Itu tradisi yang sudah dibangun oleh Bank Mega,” ujarnya.

Mohammad Noh menjelaskan, dari hasil zakat tersebut akan disalurkan kepada lembaga-lembaga yang bersentuhan dengan keumatan, salah satunya MUI.

Mohammad Noh merinci penyerahan 750 juta yang diserahkan ke MUI, 500 juta untuk MUI dan 250 juta untuk IDF MUI.

Sementara Sekretaris Jenderal MUI, Buya Amirsyah Tambunan menyampaikan, kolaborasi ini yang dilakukan dalam bentuk nyata dengan Baznas dan Bank Mega Syariah telah mewujudkan kemaslahatan umat dan bangsa.

Meskipun, kata Buya Amirsyah, dari potensi zakat sebesar Rp 217 Triliun apabila terkumpul, sekarang ini Baznas hanya menargetkan 17 Triliun. Itu pun perlu dipacu oleh Lembaga Amil Zakat Nasional.

“Jadi masih jauh dari yang diharapkan. Karena perlu berkolaborasi, namanya kolaborasi kebajikan untuk pengembangan zakat, infaq, dan shodaqoh,” jelasnya.

Buya Amirsyah menuturkan, penyaluran zakat yang diberikan Bank Mega Syariah kepada MUI sebagai lembaga keumatan. Penyaluran zakat ini akan disalurkan kepada program-program MUI terkait dengan 8 asnap.

“Itu sebagaimana disebutkan dalam quran termasuk fisabillah, termasuk ini yang sudah berjalan pengembangan program doktor sudah angkatan ke-4 sekarang,” kata Amirsyah.

Menurutnya, hal ini merupakan kontribusi nyata dengan Baznas dalam bidang pengembangan keilmuan yang juga bekerja sama dengan kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan beberapa kampus di Indonesia.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan, program-program 8 asnap seperti bidang pendidikan, dakwah dan termasuk pemberdayaan ekonomi umat.

“Karena zakat ini harus produktif orang yang selama ini sebagai mustahiq. Sekarang dia harus menjadi orang yang pembayar zakat,” tegasnya.

Amirsyah berpesan kepada masyarakat terutama kepada Ambiya para Muslimin bahwa orang yang membayar zakat seperti yang dibuktikan oleh CT Corps.

Menurut dia, semakin tinggi zakat yang dikeluarkan, maka akan semakin sehat perusahaanya.

“Alhamdulillah di masa pandemi saya melihat bahwa zakat CT Corps itu meningkat dibanding tahun sebelumnya,” katanya.

Dalam penyerahan tersebut hadir sejumlah pimpinan MUI Wakil Ketua Umum MUI, KH Marsyudi Syuhud dan Buya Anwar Abbas, Ketua MUI Bidang Pendidikan dan Kaderisasi KH Abdullah Jaidi, dan Wasekjen MUI KH Rofiqul Umam. (R/R4/R1)

Mi’raj News Agency (MINA)