MUI: Umat Islam Harus Dikapitalisasi Wujudkan Kedaulatan Bangsa

Jakarta, MINA – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin menyatakan, umat Islam harus dikapitalisasi sendiri untuk mewujudkan kedaulatan bangsa.

“Karena saat ini potensi umat Islam dikapitalisasi oleh pihak lain, bahkan oleh luar negeri, maka saya berharap umat harus memajukan ekonominya,” kata Ma’ruf.

Dia juga mengungkapkan, di masa lalu, program pemerintah berorientasi pada program tricle down effect, artinya pundi-pundi ekonomi yang dikuasai para konglomerasi dapat menetes ke bawah kalangan  usaha mikro kecil dan menengah UMKM.

“Namun nyatanya tidak. Para konglomerat justru mencetak Alfamart dan Indomart untuk mengkapitalisasi umat,’’ ujar Ma’ruf pada pembukaan Sarasehan Ekonomi Umat  yang diselenggarakan oleh LEU di Jakarta, Kamis (22/2).

Sebabnya, kata Ma’ruf, MUI menginisiasi diadakannya Kongres Ekonomi Umat (KEU) pada Oktober 2017 yang melahirkan Lembaga Ekonomi Umat (LEU).

“Jadi LEU hadir untuk menjawab tantangan tersebut, yaitu membalik agar umat tidak lemah, malas, dan selalu dililit utang,” jelas Ma’ruf.

Acara itu juga menghadirkan prolog Ketua Komisi VI DPR Teguh Juwarno dan keynote speech Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Sutrisno Bachir.

Di tempat yang sama juga dilakukan penandatanganan kontrak kerjasama PT Leu Ritel Indonesia selaku pelaksana LEU Mart dengan para mitra, vendor, dan principal.  Merekalah yang menunjang sistem dan produk  LEU-Mart.

Sementara Staf Ahli Menkop dan UKM Teguh Budiana menegaskan bicara tentang ekonomi umat adalah bicara tentang nasib bangsa Indonesia.

“Sebab, mayoritas bangsa Indonesia adalah umat Islam. Itu sebabnya, program ritel yang digagas LEU-Mart  didukung penuh oleh Kementerian Koperasi dan UKM,’’ kata Teguh. Namun dia mengingatkan LEU jangan hanya menggarap ritel tapi juga sektor industri.

Soal dukungan pemerintah terhadap sektor UMKM, Teguh menilai kurang maksimal. Nyatanya, anggaran yang dialokasikan untuk Kementerian Koperasi dan UKM masih sangat kecil.

‘’Bahkan, Kredit Usaha Rakyat (KUR) jumlahnya sangat kecil jika dibandingkan  kredit yang dikucurkan bank-bank pemerintah kepada sejumlah konglomerat.

Sementara, sarasehan LEU menghadirkan tiga narasumber Direktur BNI Syariah Dhias Widhiyanti, Dirut PT Pos Logistik Indonesia Rakhmat Eka, dan ekonom Piter Abdullah dari CORE Indonesia. (R/R03/RS1)

Mi’raj News Agency (MINA)