Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

MUI: Umat Islam Tolak Tawaran Trump ‘Bagi’ Yerusalem

Rendi Setiawan - Kamis, 6 Februari 2020 - 18:46 WIB

Kamis, 6 Februari 2020 - 18:46 WIB

0 Views ㅤ

Jakarta, MINA – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Muhyiddin Junaidi menegaskan bahwa umat Islam secara tegas menolak tawaran Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang ingin membagi dua Yerusalem di Tepi Barat, Palestina.

Dalam Deal of Century atau ‘Kesepakatan Abad Ini’ yang digagas oleh Trump menyatakan bahwa Kota Yerusalem akan menjadi ibu kota Israel, sedangkan Yerusalem Timur akan dikelola oleh Palestina.

“Umat Islam tetap dalam posisi tidak akan menerima tawaran damai versi Presiden Donald Trump dan itu sebagai pintu masuk untuk meyahudinasikan semua wilayah Tepi Barat,” kata KH Muhyiddin, Rabu (5/2).

Kiai Muhyiddin mengatakan, bila tawaran damai Presiden Trump diikuti, nantinya wilayah Tepi Barat akan diambil alih oleh Israel. Oleh karena itu, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas menolak tawaran damai versi Trump.

Baca Juga: Satu Relawan Liaison Officer MER-C Masuk Gaza untuk Kedua Kalinya

Ia menambahkan, ada beberapa negara Arab yang memberi nuansa dukungan kepada Israel. Dia sangat menyayangkan sikap mendua beberapa negara Arab, karena akan melemahkan perjuangan bangsa Palestina untuk meraih kemerdekaan.

“Wacana membagi dua Yerusalem juga sudah ditolak oleh OKI dalam rapat beberapa hari yang lalu. Selain itu, pada pertemuan di Oslo pada 2015 dinyatakan Yerusalem sebagai Ibu Kota Palestina yang tidak boleh dibagi-bagi,” katanya.

“Tapi Presiden Trump sebagai boneka Israel, dia juga sedang tertekan di dalam negerinya maka Trump membuat kebijakan yang sangat merusak nama Amerika dan melanggar semua kesepakatan yang sudah ditandatangani,” ujarnya menambahkan.

Menurutnya, pernyataan Presiden Trump terkait Yerusalem untuk mengalihkan isu agar tidak ketahuan dia sedang tertekan di dalam negerinya.

Baca Juga: MER-C Fasilitasi Keberangkatan 10 Santri Papua ke Pesantren Balekambang Jepara

“Jadi umat Islam jangan terbuai dengan permainan Trump. Di samping itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sedang menghadapi masalah karena ingin menang dalam pemilu yang akan datang,” katanya.

Kiai Muhyiddin menegaskan, tidak bisa menerima usulan Presiden Tramp karena sangat tidak adil. Bayangkan orang Palestina yang tinggal di bagian lain di Tepi Barat kalau mau masuk ke Yerusalem harus mendapat izin dari Israel.

“Kalau tidak memiliki izin maka mereka (orang Palestina) tidak boleh masuk Yerusalem, ini tindakan yang tidak masuk akal dan diskriminatif,” demikian Wakil Ketua Umum MUI KH Muhyiddin Junaidi. (L/R2/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Berkunjung ke UEA, Jokowi Terima Penghargaan Order of Zayed

Rekomendasi untuk Anda