Munif Nasir: Islam Model Pendidikan Paripurna

Tasikmalaya, MINA – Pembina Pondok Pesantren Shuffah Al-Jama’ah Tasikmalaya, Ustadz Munif Nasir menegaskan, Islam sudah memberikan contoh model model pendidikan yang paripurna dengan mengacu kepada Al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasalam.

Dalam pendidikan, ada tiga unsur utama sebagaimana dikatakan oleh Syaik Munir al-Ghadban, yaitu; guru, kurikulum dan siswa (santri).

Ustadz Munif mengutip pendapat yang disampaikan oleh Dr Adian Husaini yang mengatakan, hal yang paling penting dalam pendidikan adalah kehadiran guru untuk penanaman nilai. Perannya tidak bisa diganti oleh teknologi.

“Maka itu dari sisi guru, pendidikan itu kuncinya mengubah fungsi guru bukan hanya sekadar penyampai informasi tapi juga menjadi contoh suri tauladan, menjadi motivator dan inspirator,” jelasnya dalam acara tablik akbar di Masjid Aayatul Muthmainnah, Tasikmalaya, Ahad (19/9).

Di dalam terori pendidikan abad 21 sekarang ini sangat popular istilah ‘Empat C’, communication (komunikasi), collaborative (kolaborasi), critical thinking and problem solving (berpikir kritis dan pemecahan masalah), serta creatifity and innovation (kreativitas dan inovasi).

Adapun Rasulullah Muhammad juga memperkenalkan konsep Empat C yaitu; shiddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan), fathonah (cerdas).

Mengenai standar proses, Syaikh Munir al-Ghadban mengatakan bahwa pendidikan adalah proses amal islami terus menerus dan bergerak selamanya.

“Ia menjadi sempurna melaui interksi dengan kenyataan hidup kemudian menghadapainya dan mengubahnya, sehingga menjadi kenyataan yang sebenarnya,” paparnya.

Shuffah Al-Jamaah merupakan lembaga pendidikan yang berbasis pondok pesantren dengan ciri khas mengembangkan pendidikan islami berbasis Al-Quran dan Sunnah.  Para santri belajar menghafal Al-Quran dan Hadits, berwirausaha, berenang dan berkuda, serta belajar kepedulian sosial. (L/P2/P1)

Mi’raj New Agency (MINA)