Museum Warisan Budaya Palestina Dibuka di Gaza

Museum Warisan Budaya Palestina di Sekolah Menengah Industri untuk anak perempuan di Deir Al Balah, Kota Gaza.

Gaza, 23 Jumadil Akhir 1438/ 22 Maret 2017 (MINA) – Presiden Palestina Mahmoud Abbas membuka Museum Warisan Budaya Palestina di Sekolah Menengah Industri untuk anak perempuan di Deir Al Balah, Kota Gaza, Rabu.

“Untuk sebuah museum yang bertujuan menyerap identitas Palestina, bagian dari tantangan pembangunan ini adalah memastikan Palestina menjadi tempat yang berbeda dan dapat mengakses museum ini,” kata Direktur Museum Warisan Budaya Palestina Omar Qattan.

Omar menjelaskan, awalnya dia bermimpi ingin memiliki museum di Jerusalem Timur, dimana Palestina melihatnya sebagai ibukota negara masa depan tetapi diduduki Israel tahun 1967 dan kemudian dianeksasi.

“Kebijakan Israel berarti sebuah keburukan  yang harus ditinggalkan,” katanya.

Sebagian besar warga Palestina yang ingin pergi ke Gaza dicegah oleh blokade Israel, sementara mereka yang tinggal di Tepi Barat perlu izin Israel untuk mengunjungi Yerusalem.

“Sudah jelas akan menjadi sangat sulit untuk membuka sebuah museum bernama Museum Palestina,” tambahnya.

“Kami kemudian berpikir, bagaimana kita mengatasi masalah ini? Bahkan jika kita membuka musium di Yerusalem, banyak orang dari Gaza atau Tepi Barat tidak bisa pergi ke Yerusalem. Di mana pun kita membangun museum itu di Palestina, selalu akan ada masalah aksesibilitas,” ujarnya.

Maka jawabannya adalah membangun museum dengan sebuah platform sistem online, dan memiliki model satelit dalam proyek tersebut.

Museum Palestina dibuka dengan ide kembali ke tahun 1997 dimana panitia ingin mengembalikan memori tentang negara Palestina. Musium menulis ulang dan membenarkan kebijaka jahat Israel termasuk perluasan permukiman di wilayah Palestina.

Bangunan ini menghabiskan dana sekitar 28 juta dolar AS dan dibiayai 95 persen oleh warga Palestina sendiri.

Minggu depan, museum ini akan membuka pameran di ibukota Libanon, Beirut, dengan tema “Tampaknya Sebuah Sejarah Politik Menghiasi Negara Palestina”. (T/R12/RS1)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)