TOKOH MUSLIM DAN AKTIVIS DATANGI PARLEMEN OKLAHOMA BAHAS ANCAMAN POLITIK

Dari kiri ke kanan, imam Imad Enchassi, perwakilan negara bagian Oklahoma, Mike Shelton dan Veronica Laizure berpartisipasi dalam pertemuan dengan Muslim di kota Oklahoma  pada  Jumat. Foto: Sue Ogrocki / AP
Dari kiri ke kanan, imam Imad Enchassi, perwakilan negara bagian Oklahoma, Mike Shelton dan Veronica Laizure berpartisipasi dalam pertemuan dengan Muslim di kota Oklahoma pada Jumat. Foto: Sue Ogrocki / AP

Oklahoma, 9 Jumadil Awwal 1436/28 Februari 2015 (MINA) – Dewan Hubungan Islam-Amerika (CAIR) bersama para aktivis perdamaian mengunjungi gedung  parlemen di Oklahoma, AS, menyusul kekhawatiran pernyataan ‘ancaman’ beberapa anggota parlemen  terhadap kehidupan Muslim di negeri paman Sam itu.

Para aktivis pro perdamaian mengiringi rombongan yang hendak masuk ke gedung itu, meskipun di sisi lain beberapa orang melakukan protes kecil menentang kedatangan mereka.

Adam Soltani, Direktur Eksekutif CAIR, mengatakan Muslim di Oklahoma semakin menjadi sasaran  atas  pernyataan anti-Islam baru-baru ini yang sebagian datang dari legislator, sehingga  pertemuan dianggap penting  berdiskusi dengan pemerintah, The Guardian yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA) melaporkan, Sabtu.

Baca Juga:  Dampak Buruk Judi Online

Sebagai contoh, anggota parlemen dari partai Republik John Bennett beberapa kali  mengkritik organisasi Islam besar di AS itu dan mengatakan ia percaya Islam adalah ancaman bagi Amerika.

Dalam peringatan tersebut,  warga Muslim dan aktivis perdamaian  menuntut perhatian para perwakilan rakyat untuk melindungi hak beragama karena hal itu dilindungi dalam amandemen pertama konstitusi AS.

“Kami berharap orang-orang yang hadir ini  akan merefleksikan  hak Muslim Oklahoma yang bisa melakukan lobi dan duduk dengan pejabat yang mereka pilih dan hal-hal terkait dengannya,” kata Soltani.(T/R04/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

Wartawan: Rudi Hendrik

Editor: Ismet Rauf

Comments: 0