Muslim Harus Hadapi Tantangan Zaman Dengan Pesatuan

Jakarta, 14 Rabiul Awwal 1438/14 Desember 2016 (MINA) – Umat Islam dihadapkan pada tantangan peradaban dengan persatuan.

“Umat Islam saat ini dihadapkan pada berbagai persoalan, krisis kemanusiaan yang terjadi di berbagai wilayah, baik di Timur Tengah, Afrika, Rohingya dan di Negara-negara Asia. Kunci utama dalam menghadapi itu semua adalah dengan persatuan,” kata Sekretaris Redaksi Miraj Islamic News Agency (MINA) Widi Kusnadi di kantor Rumah Zakat.

Ia mencontohkan saat umat Islam berada dalam satu kepemimpinan, baik pasa masa Rasulullah, khulafaur rasyidin dan zaman sesuadahnya, mereka mampu menyelesaikan problematika umat.

“Namun saat ini, umat Islam menjadi sasaran dan korban kekerasan di mana-mana. Oleh karena itu persatuan menjadi sesuatu sangat harus diprioritaskan,” katanya saat sharing bersama staf Rumah Zakat, hari Rabu (13/12).

Baca Juga:  BRIN Jadi Tuan Rumah Pertemuan Antarpemerintah Se-Asia Pasifik

Ia juga mengungkapkan, tidak semua people power itu berakhir dengan kebaikan. Contohnya yang terjadi di Libya dan Suriah. Meski mereka telah melakukan perlawanan, namun rakyat tidak juga merasakan kesejahteraan dan kemakmuran

Persatuan itu hanya bisa terjadi jika ada pemimpin umat yang ditaati seperti yang terjadi pada masa Rasulullah dan khilafah sesudahnya.

Rumah Zakat (RZ) adalah lembaga filantropi yang mengelola zakat, infak, sedekah, serta dana sosial lainnya melalui program-program pemberdayaan masyarakat. Program pemberdayaan direalisasikan melalui empat rumpun utama yaitu Senyum Juara (pendidikan), Senyum Sehat (kesehatan), Senyum Mandiri (pemberdayaan ekonomi), serta Senyum Lestari (inisiatif kelestarian lingkungan). (L/P004/R03)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Wartawan: Admin

Editor: illa