Muslim Kanada Berkembang Pesat dengan Damai

Oleh: Ali Farkhan Tsani, Redaktur Senior Kantor Berita MINA

Kanada, negara paling utara di Amerika Utara, dengan penduduk lebih dari 35 juta, menjadi kawasan Muslim yang berkembang cukup pesat.

Survei menunjukan populasi Muslim berjumlah lebih dari 1 juta. Memang minoritas, sekitar 3 persen. Namun, trennya semakin diminati warga.

Badan Statistik Kanada tahun 2013 mencatat populasi muslim tumbuh melebihi agama lain.

Muslim di Negara dengan ibukota Ottawa dengan hahasa utama Inggris dan Prancis ini, bersemi dan berkembang cukup pesat, dengan pendekatan humanis dan dialogis.

Awal Masuk

Awal mula Islam masuk Kanada sekitar tahun 1871. Sejumlah Muslim Kroasia dari Bosnia datang ke tanah Amerika akibat Perang Dunia Pertama yang berkecamuk. Populasi muslim pun mulai sedikit meningkat setelah Perang Dunia Kedua usai.

GoMuslim menyebutkan, menurut Sensus Kanada tahun 1971, ada 33 ribu Muslim di Kanada. Pada tahun 1970 imigrasi skala besar ke Kanada dimulai.

Pada tahun 1981, Sensus mencatat ada 98 ribu Muslim. Kemudian pada sensus 1991, jumlah muslim meningkat menjadi 253.265 jiwa. Pada tahun 2001, komunitas Islam di Kanada telah berkembang menjadi lebih dari 579 ribu. Sensus 2006 menunjukkan angka hampir 800 ribu jiwa, dan kini sekitar 1 juta lebih.

Para Muslim pendatang ke Kanada karena berbagai alasan, seperti melanjutkan pendidikan tinggi, mencari keselamatan, ikut keluarga atau mengadu nasib pekerjaan.

Ada pula yang datang karena masalah politik dan keamanan dari negara asal, serta karena bertugas di Kedutaan negara asal.

Sehingga Muslim Kanada memiliki latar belakang etnis beragam. Mayoritas dari Pakistan, Timur Tengah, dan Indonesia. Sementara, sekitar seperlimanya lahir di Kanada.

Ada juga sejumlah mualaf dalam beberapa dekade terakhir, tapi belum ada data statistik yang tersedia.

Mayoritas Muslim Kanada, seperti kebanyakan pendatang, umumnya tinggal di Provinsi Ontario, Quebec dan British Colombia.

Masjid Al-Rashid di kota Edmunton, Kanada

Masjid Kanada

Masjid Kanada pertama adalah Masjid Al-Rashid yang dibangun di kota Edmunton tahun 1938. Saat itu diperkirakan sudah ada sekitar 700 muslim di negara tersebut. Bangunan masjid tersebut kini menjadi bagian dari musium di Fort Edmonton Park. Masjid ini dianggap sebagai bangunan bersejarah.

Muslim Bosnia merupakan pemrakarsa dalam mendirikan masjid pertama di Toronto. Masjid pertama didirikan oleh orang Bosnia dan Albania pada 1968, dengan nama Masjid Jami 56 Boustead Ave Toronto.

Saat ini, di setiap provinsi dan wilayah terdapat komunitas Muslim yang signifikan. Komunitas terbesar terdapat di Toronto dengan 250 ribu Muslim dan lebih dari 20 masjid.

Sebagian besar masjid berpartisipasi dalam acara Doors Open, dengan mengundang masyarakat umum untuk datang ke masjid dan belajar lebih banyak mengenai Islam.

Berdampingan dengan Damai

Muslim Kanada relatif tidak menghadapi permasalahan diskriminasi agama. Keragaman etnis, suku bangsa, budaya dan agama menjadi bagian dari Kanada.

Muslim Kanada hidup berdampingan dengan warga Kanada lainnya dengan damai dan harmonis. Kebebasan beragama dan mengekspresikan agama dijamin dalam Piagam Hak Asasi dan Kebebasan Kanada.

Kaum Muslimah pun bisa dengan leluasa memakai hijab karena penggunaan hijab diizinkan di sekolah dan tempat kerja.

Adapun mayoritas Muslim Kanada bekerja di bidang perdagangan dan jasa. Bidang pekerjaan lain yang biasa dilakukan Muslim adalah bisnis, keuangan, administrasi, dan manajemen.

Kaum Muslim di sana dalam mempelajari Islam biasanya tergabung dalam organisasi Islam seperti Kongres Islam Kanada (CIC) berbasis di Kitchener, Asosiasi Muslim Kanada (MAC) berbasis di Ottawa, Kongres Muslim Kanada (MCC) dan Lingkar Islam Amerika Utara (ICNA).

Selain itu, ada juga Canadian Council on American-Islamic Relations (CAIR-CAN) yang sekarang menjadi salah satu advokasi besar dan kebebasan sipil dari komunitas Muslim.

Organisasi-organisasi Muslim di Kanada ini memiliki sekolah, memberi pelatihan bagi pemuda-pemudi, dan menyelenggarakan acara komunitas lainnya.

Muslimah Kanada

Perhatian Pemerintah

Pemerintah Kanada memberikan perhatian memadai terhadap watga Muslim. Adalah Perdana Menteri Justin Trudeau yang acapkali menghadiri pertemuan Muslim. Seperti terkini saat Trudeau menghadiri Konferensi Muslim Kanada Jalsa Salana ke-43, pada 5 Juli 2019 lalu di Toronto.

Di akun medsosnya, Justin Trudeau menekankan tentang pentingnya menjaga perdamaian antarsesama.

Tidak ketinggalan digelar pula serangkaian pameran, dengan menghadirkan pameran Al-Qur’an Suci yang menampilkan lebih dari 70 terjemahanan berbagai bahasa.

Tokoh Komunitas Muslim Kanada, Daood Hassan Hamdani menegaskan, peran umat Islam Kanada sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Hal ini dapat dilihat dari dinamika masjid dan organisasi-oraganisasi Islam di negara itu. Dua jenis institusi keislaman tersebut bergerak di berbagai bidang, utamanya mendidik umat Islam menuju masyarakat yang religius, terbuka, dan dinamis.

Masjid-masjid di Kanada tidak pernah sepi dari jamaah. Berbagai kegiatan keagamaan, baik itu ibadah wajib maupun upacara keagamaan, dijalankan secara rutin. Terdapat korelasi positif antara pertambahan jumlah umat Muslim dengan maraknya rutinitas keagamaan di masjid-masjid.

Jumlah masjid pun terus bertambah dari tahun ke tahun. Masjid terbaru dan terbesar di Kanada saat ini adalah Masjid Baitun Nur di Calgary yang diresmikan pada 5 Juli 2008.

Wali Kota Calgary saat itu pun memuji keindahan arsitektur Masjid Baitun Nur seraya berucap, ”Masjid ini menghiasi keindahan langit Calgary.”

Ada juga masjid yang menunjukkan antarmereka yang berasal dari negara yang sama. Misalnya, Bosnian Community Mosque di Kota Etobicoke, bagian selatan Ontario, merepresentasikan komunitas Muslim dari Bosnia.

Pendidikan Islam

Pada bidang pendidikan kalangan pemuda Muslim Kanada, The Muslim Association of Canada (MAC) memainkan peran yang cukup penting. Organisasi ini bergerak di 11 kota di Kanada dengan tujuan utama menyadarkan umat bahwa agama Islam memerhatikan pembangunan, keseimbangan, dan integrasi sosial.

Ada juga The Canadian Islamic Congress (CIC) yang menjadi wadah umat Islam Kanada lintas ideologi. Di organisasi inilah, para pemimpin dan ulama dari berbagai kalangan bersatu.

Masih ada beberapa organisasi lain yang juga berperan menciptakan keselarasan antarsesama Muslim atau antara Muslim dan non-Muslim.

Organisasi-organasasi tersebut menampilkan wajah Islam yang toleran yang dapat hidup berdampingan secara damai dengan umat lain.

Sebuah peluang dakwah sangat terbuka bagi para da’i atau lembaga dakwah dari negeri-negeri Muslim, khususnya dari Indonesia. Kometensi da’i yang hafidz Al-Quran, bersuara mirottal bagus, dan tentu fasih berbahasa Inggris, sangat diharapkan dan dinanti di negeri multiensis tersebut.

Kemampuan berkonumikasi dan berdialog dengan cerdas, memiliki kemampauan basis Teknologi dan Informasi serta berwawasan global, akan sangat mendukung dalam dakwah memperkuat dan mengembangankan Islam di Kanada, Amerika Utara. Insya-Allah. (A/RS2/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Comments are closed.