Muslim Mumbai Rayakan Idul Fitri dengan Membantu Warga

Mumbai, MINA – Biasanya umat Islam merayakan Idul Fitri dengan pakaian baru, hadiah, mudik, kumpul bareng, dan berbagai belanjaan suka cita. Namun, suasana pembatasan virus Covid-19 membuat semua itu harus dilupakan sejenak.

Setidaknya hal itu yang mendorong para pemimpin komunitas Muslim di kota Mumbai, India, mengarahkan jamaahnya untuk melupakan sejenak perayaan Idul Fitri, dan mengganti semua itu dengan membantu warga yang terkena dampak wabah Corona.

Terlebih Mumbai merupakan bagian paling parah di negara itu, dengan mencatat 20% dari hampir 120.000 kasus terinfeksi virus Corona di seluruh India, dan hampir seperempat dari 3.600 kematiannya.

Bagian-bagian Mumbai yang paling parah terkena dampaknya adalah daerah kumuhnya yang luas, di mana jarak sosial tidak memungkinkan.

Apalagi pemerintah negara bagian Maharashtra telah memberlakukan jam malam, dengan penduduk diizinkan keluar hanya jika sangat diperlukan. Sementara banyak warga mulai kehilangan pekerjaan dan menghadapi kekurangan pangan.

“Kami ingin mendesak umat Islam untuk memikirkan warga miskin sekitar dan yang membutuhkan, dengan memberikan ransum atau bahkan memberikan makanan yang dimasak kepada mereka yang berjuang di lingkungan mereka,” ujar Maulana Mahmood Daryabadi, Sekretaris Jenderal Dewan Ulama Seluruh India, mengatakan kepada Arab News, Jumat (22/5).

“Bantuan harus diberikan tidak hanya kepada umat Islam, tetapi kepada siapa pun yang membutuhkannya,” lanjutnya.

Sebagai catatan, setiap tahun sejumlah besar uang dihabiskan untuk perayaan Idul Fitri di kota itu, di mana sekitar 20 persen penduduknya beragama Islam.

Diperkirakan sekitar 5 miliar rupee India (lebih dari Rp962 miliar) biasanya dihabiskan selama musim Idul Fitri untuk hadiah, pakaian baru dan makanan pasar.

Situasi darurat ekonomi itulah telah mendorong para pemimpin Muslim di Mumbai untuk mendesak jamaahnya agar tidak menghabiskan uang untuk merayakan Idul Fitri. Namun mengalihkannya  untuk membantu semua warga yang menderita kuncian. Termasuk kuncian penutupan masjid-masjid oleh pemerintah setempat dari shalat berjamaah.

Nawab Malik, Menteri Kabinet Maharashtra untuk Pengembangan Minoritas, mengatakan,  “Muslim di seluruh negeri tidak berminat untuk merayakan Idul Fitri seperti biasa. Mereka telah mengikuti semua aturan penguncian dan tinggal di rumah.”

Dia juga mendorong kegiatan amal itu dengan mengatakan, “Sesuai filosofi Islam, orang kaya diharapkan memberi uang kepada orang miskin. Amal adalah bagian dari tradisi Islam.”

Dia menambahkan bahwa pemerintah negara bagian sedang mempertimbangkan paket keuangan dan pinjaman tanpa bunga bagi mereka yang mata pencaharian dan usahanya sangat terpengaruh.

Yahya Mohammed, seorang kontraktor bangunan dan ayah tiga anak yang tinggal di Mumbai, mengatakan dia tidak merencanakan sesuatu yang spesial untuk Idul Fitri tahun ini.

“Kami hanya sekedar membuat santapan lezat untuk keluarga. Adapun amal, kami selalu memberi. Itu bagian dari tradisi kami,” katanya.

Sarfraz Arzu, Pemimpin Redaksi Harian Urdu Hindustan, mengatakan: “Umat Muslim telah membantu warga miskin tanpa diberi tahu oleh siapa pun. Mempertimbangkan situasi yang parah, orang-orang telah menyadari bahwa pengeluaran untuk pakaian dan perayaan tidak diperlukan.”

Dia menambahkan bahwa dia, istri dan putrinya menghabiskan Idul Fitrinya di rumah saja, dan berdoa “agar hidup menjadi normal kembali.” (T/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)