Muslim Nigeria Merindukan Persatuan Ummat

Lagos, MINA – Para tokoh Muslim Nigeria dalam dialog bersama Imaam Yakhsyallah Mansur, Senin (19/8) menyatakan sangat merindukan persatuan ummat yang tidak tersekat oleh batas wilayah dan negara.

Para tokoh itu antara lain, Ustad Umar, Imam Masjid Nurul Islam, Mulid Aminu Gamba, Raja Suku Ibira untuk Lagos, Ustad Aly Naib, Imam Masjid Nurul Islam, Ustad Abdul Qadir dari NGO kemanusiaan Nuurussaadah, dan beberapa lainnya.

Cendikiawan Muslim putra asli Nigeria yang kini menjadi dosen di Malaysia, Dr. Ahmed Abdul Malik memimpin dialog tersebut.

Selain mereka ada juga dua orang adik Dr. Ahmed yang ikut menyimak dialog. Mereka yang hadir, seperti juga kebanyakan muslim di Lagos, adalah penganut Tariqat Qadiriyyah.

Dalam dialog yang dilakukan di sebuah musholla hotel tempat Imaam Yakhsyallah menginap, Imaam menyampaikan kewajiban bersatu dalam Jama’ah-imaamah sebagaimana perintah Allah yang tertulis dalam QS. Ali Imran:102-103.

Imaam juga menyampaikan beberapa hadits yang berkaitan dengan Al Jama’ah.

Selain itu, Imaam juga jelaskan sejarah singkat kepemimpinan umat Islam sepeninggal Rasulullah, yakni Khulafaur Rasyidin, mulkan-mulkan yang berakhir pada Dinasti Turki Utsmani tahun 1924, hingga pada Imaam Wali Al Fattaah, Imaam Muhyiddin Hamidy, dan saat ini diteruskan oleh Imaam Yakhsyallah Mansur.

Dialog ini Imaam sampaikan dengan Bahasa Arab yang diterjemahkan ke bahasa setempat oleh Dr. Ahmed Abdul Malik.

Secara umum, semua peserta dialog memahami dan dapat menerima penjelasan Imaam Yakhsyallah.

Ust. Umar dan Mulid Aminu Gamba kemudian meminta Imaam Yakhsyallah untuk melanjutkan penjelasannya tentang jama’ah imamah di Masjid Nurul Islam setelah sholat ashar agar disimak oleh jamaah sholat yang hadir.

Selesai sholat, jamaah dikumpulkan lalu Imaam Yakhsyallah dipersilakan untuk bicara kembali mengenai wajibnya berjamaah-imaamah, kali ini diterjemahkan oleh Ust. Abdul Qadir.

Saat ini, Imaam Yakhsyallah Mansur tengah melakukan safari dakwah ke Nigeria, salah satu negara dengan populasi Muslim cukup besar di benua Afrika. Ia tiba di Lagos, ibukota Nigeria pada Ahad (18/8) setelah menempuh penerbangan sekitar 15 jam dari Jakarta.

Dalam safari dakwah ini, selain melakukan dialog, Imaam juga bersilaturahim dengan sejumlah tokoh Muslim di Lagos. (R/Ast/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)