MUSLIMAH DI BREBES IKUTI PELATIHAN PENGURUSAN JENAZAH

Peserta pelatihan pengurusan jenazah sedang mempraktekkan cara mengkafani jenazah (Foto: Zaenal/MINA)
Peserta pelatihan pengurusan jenazah sedang mempraktekkan cara mengkafani jenazah (Foto: Zaenal/MINA)

Brebes, 5 Rabi’ul Akhir 1436/26 Januari 2015 (MINA) – Bagi kaum Muslimah Jamaah Muslimin (Hizbullah) di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pengurusan jenazah tak lagi menjadi perkara yang rumit dan menakutkan.

Tiap Muslimah telah mendapat bekal dengan teori dan praktik fikih jenazah wanita.

Hal ini diberikan melalui pelatihan intensif selama satu hari yang dilakuakn pada Ahad (25/1) mulai pagi hingga malam hari, di Masjid Al-Husna Manggis, Sirampog, Brebes.

Kegiatan pelatihan pengurusan jenazah wanita teori dan praktek dilakukan oleh tim dengan koordinator, Siti Munawaroh, SHI, yang juga Ketua Muslimah Jamaah Muslimin di Wilayah Jawa Tengah Utara. Pelatihan dalam bentuk bimbingan langsung itu diikuti sekitar 50 Muslimah yang datang dari Kabupaten Brebes dan Tegal.

Menurut Siti Munawaroh, pelatihan pengurusan jenazah wanita dimaksudkan untuk membekali muslimah tentang pengurusan jenazah yang benar sesuai dengan tuntunan sunnah.

Kemampuan pengurusan jenazah wanita ini juga bagian dari program Muslimah Jamaah Muslimin di Wilayah Jawa Tengah Utara.

“Sering dijumpai di masyarakat umum orang-orang yang memiliki kemampuan pengurusan jenazah sangat sedikit,” katanya kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Peserta pelatihan secara rinci dilatih bagaimana memandikan dan mengkafani jenazah yang benar, termasuk melipat rambut jenazah perempuan dan juga menshalatkannya. Tak ketinggalan pula tuntunan serta doa menghadapi orang yang sakaratul maut.

Bahkan untuk lebih memahamkan pada peserta, prakteknya menggunakan media salah satu dari peserta.

“Setelah pelatihan ini nantinya para peserta diharapkan juga dapat mengajarkan pada orang lain, sehingga muslimah yang memiliki pengetahuan pengurusan jenazah akan lebih banyak lagi,” ujar Munawaroh.

Ditambahkan, minimal pelatihan ini bisa dipraktikkan ketika ada kerabat terdekat meninggal dunia. Daripada menyerahkan pengurusan kepada orang lain, lebih utama saudara-saudara semahram yang melakukannya.

“Tindakan tersebut adalah tanda bakti terakhir terhadap almarhum atau almarhumah tercinta. Jika diurus saudara sendiri dijamin ikhlas dan penuh kasih sayang,” katanya.

Layaknya orang hidup, jenazah juga memiliki rasa malu. Mereka yang meninggal pasti tidak mau terungkap aibnya akibat dimandikan oleh orang lain. Apalagi, menjadi tontonan tetangga atau lingkungan.

Inilah, pentingnya jenazah diurus oleh kerabat yang memiliki mahram. Jenazah pria yang mengurus saudara-saudara yang pria. Sebaliknya, jika yang meninggal perempuan, ibu, anak-anak, atau saudara-saudara perempuan yang mengurusnya.

Sementara itu, koordinator Muslimah Jamaah Muslimin di Brebes, Ani Nur Fahmiyati menyebutkan, pelatihan pengurusan jenazah diikuti 50 peserta dari dari beberapa daerah sekitar. Dari rangkaian pelatihan mengurus jenazah tersebut, banyak sekali manfaatnya.

“Minimal mengingatkan kita akan kematian yang pasti kita alami juga,” katanya (L/R11/R05)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0