Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nabi Ishaq, Ya’qub dan Yusuf di Baitul Maqdis, Palestina

Ali Farkhan Tsani Editor : Rendi Setiawan - Senin, 8 Juli 2024 - 13:05 WIB

Senin, 8 Juli 2024 - 13:05 WIB

31 Views

Masjid Ibrahimi di Kota Al-Khalil (Hebron), Palestina. (Petra)

Oleh Ali Farkhan Tsani, Redaktur Senior Kantor Berita MINA

Tiga Nabi anak dan cucu Nab Ibrahim ‘Alaihis Salam, yakni Nabi Ishaq , Nabi Ya’qub dan Nabi Yusuf, semua terkait dengan wilayah Baitul Maqdis, Palestina

Nabi Ishaq

Nabi Ishaq ‘Alaihis Salam (1897-1717 SM), menurut sebagian riwayat, hidup hingga berusia 180 tahun.

Baca Juga: Perlindungan Anak dalam Perspektif Agama Islam

Nabi Ishaq ‘Alaihis Salam lahir di Palestina, dan membantu dakwah ayahnya, Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam, yang sudah sangat tua, berdakwah di wilayah Syam, khususnya di Ardhu Kan’an (Palestina).

Kaitannya dengan Baitul Maqdis, adalah melanjutkan pekerjaan ayahnya Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam, merenovasi masjid tersebut sebagai tempat ibadah kepada Allah.

Ia juga meneruskan dakwah ayahnya, mengajarkan tata cara shalat, puasa, zakat dan haji serta meninggalkan perbuatan maksiat. Dalam memimpin kaumnya, Nabi Ishaq ‘Alaihis Salam dikenal sebagai Nabi yang bersifat ramah, sehingga kaumnnya merasa senang, rukun dan diberi kemakmuran yang berlimpah dari Allah.

Nabi Ishaq wafat pada usia 180 tahun, dan dimakamkan di Goa Makhpela, yang kemudian di kompleks tersebut didirikan Masjid Ibrahimi, di Hebron, Palestina.

Baca Juga: Islam Mengatur Peperangan, Membangun Perdamaian

Nabi Ya’qub  

Nabi Ya’qub ‘Alaihis Salam (1837-1690 SM), menurut sebagian riwayat, hidup hingga berusia 147 tahun.

Nabi Ya’qub ‘Alaihis Salam lahir di Palestina, juga dipanggil dengan nama Israil (اسرائيل), yang berarti hamba Allah. Maka, anak keturunannya pun disebut dengan Bani Ya’qub atau Bani Israil.

Ibrahim, Ishaq, dan Ya’qub ‘Alaihimas Salam, kesemuanya Rasul utusan Allah yang memiliki kekuatan yang besar dalam beragama, serta memiliki ilmu dan akhlak yang tinggi, dan termasuk orang-orang pilihan.

Baca Juga: Pengaruh Amal Saleh

Di dalam Al-Quran disebutkan:

وَٱذْكُرْ عِبَٰدَنَآ إِبْرَٰهِيمَ وَإِسْحَٰقَ وَيَعْقُوبَ أُو۟لِى ٱلْأَيْدِى وَٱلْأَبْصَٰرِ

Artinya: “Dan ingatlah hamba-hamba Kami; Ibrahim, Ishaq, dan Ya’qub yang mempunyai kekuatan-kekuatan yang besar dan ilmu-ilmu (yang tinggi). Sungguh, Kami telah menyucikan mereka dengan (menganugerahkan) akhlak yang tinggi kepadanya, yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat. Dan sungguh, di sisi Kami mereka termasuk orang-orang pilihan yang paling baik.” (Q.S. Shad [38]: 45-47).

Kaitannya dengan Baitul Maqdis, adalah melanjutkan pekerjaan kakeknya Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam dan ayahnya Nabi Ishaq ‘Alaihis Salam, merenovasi masjid tersebut sebagai tempat ibadah kepada Allah.

Baca Juga: Itrek, Organisasi yang Membiayai Perjalanan Oknum Nahdliyin ke Israel

Nabi Ya’qub ‘Alaihis Salam wafat pada usia 147 tahun, di Mesir. Pada masa tuanya, beliau mengikuti putranya bendahara Mesir, yang juga menjadi Nabi, yaitu Nabi Yusuf ‘Alaihis Salam.

Mesir pun berkabung selama tujuh puluh hari. Setelahnya, jenazah Nabi Ya’qub ‘Alaihis Salam diantar ke Palestina, diiringi putra-putranya, para pegawai kerajaan, dan para sesepuh istana. Penduduk Palestina yang melihat prosesi itu menyebutkan bahwa perkabungan orang Mesir sangat ramai.

Nabi Ya’qub ‘Alaihis Salam dimakamkan di Goa Makhpela, yang kemudian di kompleks tersebut didirikan Masjid Ibrahimi, di Kota Al-Khalil (Hebron), Tapi Barat, Palestina.

Nabi Yusuf  

Baca Juga: Perhatian Terhadap Yatim Piatu di Lingkup Nasional dan Internasional

Nabi Yusuf ‘Alaihis Salam (1745-1635 SM), menurut sebagian riwayat, hidup hingga berusia 110 tahun.

Kaitan dengan Baitul Maqdis adalah, Nabi Yusuf ‘Alaihis Salam lahir dan masa kecilnya bersama orang tuanya, Nabi Ya’qub ‘Alaihis Salam tinggal di Palestina.

Nabi Yusuf ‘Alaihis Salam wafat pada usia 110 tahun di Mesir. Jenazahnya dirempah-rempahi dan diletakkan di dalam peti mati di Mesir.

Nabi Yusuf ‘Alaihis Salam sebelum wafatnya berwasiat pada saudara-saudara Bani Ya’qub, bahwa agar mereka membawa jenazahnya kelak kembali ke Palestina.

Baca Juga: Memahami Makna Hidup Berjama’ah

Anak keturunan berikutnya dari Bani Ya’qub, yaitu Nabi Musa ‘Alaihis Salam membawa tulang-belulang jenazah Nabi Yusuf ‘Alaihis Salam saat hijrah keluar Mesir bersama rombongan menuju Palestina.

Akhirnya, tulang-belulang Nabi Yusuf ‘Alaihis Salam pun dimakamkan di Goa Makhpela, yang kemudian di kompleks tersebut didirikan Masjid Ibrahimi, di Kota Al-Khalil (Hebron), Tepi Barat, Palestina, bersama orang-orang tuanya, Nabi Ya’qub, Nabi Ishaq dan Nabi Ibrahim ‘Alaihimas Salam. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Larangan Memberikan Loyalitas dan Pertemanan dengan Yahudi

Rekomendasi untuk Anda