Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nasihat Imaamul Muslimin Merayakan Idul Adha 1441 H

siti aisyah - Rabu, 29 Juli 2020 - 21:52 WIB

Rabu, 29 Juli 2020 - 21:52 WIB

5 Views ㅤ

Imaam KH Yakhsyallah Mansur (Foto: Bahron AS)

Cibubur, Bekasi, MINA – Imaamul Muslimin Yakhsyallah Mansur pada Rabu (29/7) di Masjid At-Taqwa Cibubur menyampaikan nasihat dalam  rangka merayakan Idul Adha 1441 Hijriah tahun ini.

Pertama, hendaknya kaum muslimin lebih membesarkan atau memeriahkan tanda-tanda kebesaran Allah Ta’ala dengan datangnya Idul Adha, dibandingkan dengan kebiasaan membesarkan Idul Fitri. Hal itu berdasarkan banyaknya dalil yang mendukung.

Imaam juga mengatakan, agar teks khutbah yang telah dibuat dan di-share dapat dibagikan ke Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) lainnya sebagai alat dakwah. “Minimal sebagai referensi mereka khutbah ied,” katanya.

Selain itu Imaam juga menyerukan agar kurban para ikhwan dan pendistribusian daging kurban hendaknya yang terbaik.

Baca Juga: [Hadits Arbain ke-9] Jalankan Semampunya

“Sebanyak-banyaknya dan penyebaran bisa lebih luas. Muslim dan non muslim, hal itu dilakukan sebagai alat dakwah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassaam pernah kurban 100 unta, Umar bin Khotthob juga pernah berkurban unta dengan harga 1 milyar kurs hari ini,” kata Imaam.

Imaam menambahkan, daging kurban sunnah untuk di konsumsi yang berkurban. “Karena ada yang beranggapan, saya kurban ga perlu dagingnya. Walau tidak menjadi patokan 1/3 untuk yang kurban. 1/3 disedekahkan. 1/3 disimpan (saudara/orang yang ingin dibagi oleh pengkurban). Jika bisa hari-hari tasyrik tetap dapat memotong sehingga lebih meriah, boleh memotong pada malam hari,” jelas Imaam.

Dalam menyembelih hewan kurban, Imaam menyerukan agar para ikhwan memperhatikan Adab Menyembelih Kurban Menurut Sunnah.

Terkait Shaum Tarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijjah, menurut Imaam, haditsnya maudhu, ada yang tidak membolehkan, tetapi ada ulama yang membolehkan/sunnah. “Laksanakan bagi ikhwan mampu,” kata Imaam.

Baca Juga: Amalan Sunnah pada Hari Jumat

“Sementara Shaum Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, lebih mashur dan bagi para ikhwan agar dapat melaksanakannya karena begitu besar keutamaannya,” ujar Imaam.

Imaam menambahkan, agar Kalender 1442 H hendaknya diperhatikan oleh para Ikhwan, setiap rumah hendaknya memiliki dan juga sebagai alat dakwah niyabah-niyabah.  (T/R6/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: [Hadits Arbain ke-8] Mengajak Kepada Kalimat Syahadat

Rekomendasi untuk Anda

Kolom
Kolom
Indonesia
Indonesia
Indonesia