Nasrallah: Serangan Roket di Golan “Pesan” untuk Israel

Beirut, MINA – Pemimpin Hizbullah Lebanon Sayyed Hassan Nasrallah hari Senin (14/5) mengumumkan bahwa serangan roket pada Kamis (10/5) di Dataran Tinggi Golan yang diduduki adalah “pesan” bahwa Israel tidak bisa lagi mengebom Suriah tanpa menghadapi tanggapan.

“Untuk pertama kalinya, pos-pos pendudukan di Dataran Golan yang diduduki ditargetkan dengan pengeboman seperti itu. Israel mengatakan bahwa hanya 20 roket yang ditembakkan, beberapa yang jatuh, tetapi kenyataannya adalah bahwa 55 roket,” kata Nasrallah dalam pidato televisi yang menandai peringatan kedua tahun kematian Komandan Hizbullah Mustafa Badreddine di Suriah.

Nasrallah mengungkapkan, beberapa dari roket yang ditembakkan ke Israel adalah kaliber berat, menciptakan ledakan besar yang memaksa semua warga di Golan dan beberapa di Israel utara berebut masuk ke perlindungan dari bom, demikian Nahar Net melaporkan.

Israel telah menyalahkan Pasukan Quds Iran atas serangan roket pada 10 Mei lalu dengan mengatakan, pihaknya membalas dengan mengebom “hampir semua infrastruktur Iran di Suriah.”

Mengomentari laporan media Arab bahwa 23 warga Suriah dan Iran tewas dalam serangan itu, Nasrallah mengecam mereka sebagai kampanye disinformasi yang diluncurkan oleh media Teluk.

Menurut pengumuman resmi Suriah bahwa hanya tiga warga Suriah yang tewas dalam serangan udara Israel.

“Ini adalah salah satu bentuk respon terhadap serangan Israel terhadap Suriah. Pesan yang diterima musuh terdengar gemilang dan kami mengikuti media Israel. Pesannya adalah bahwa Anda keliru jika Anda berpikir bahwa Anda dapat terus membunuh dan mengebom sesuka hati Anda,” kata Nasrallah.

“Pihak-pihak lain akan merespon pada waktu dan tempat yang tepat dan dengan metode yang tepat. Anda sebagai musuh tidak bisa lagi terus melanggar kedaulatan Suriah dan menyerangnya tanpa menghadapi respon atau hukuman. Serangan roket tengara ini telah meluncurkan fase baru,” tambah Nasrallah. (T/RI-1/B05)

Mi’raj News Agency (MINA)

Comments: 0