Natsir Zubaidi Sarankan Setelah Terpapar Covid-19 Perlu Kolaborasi Dialogis

Jakarta, MINA – Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Luar Negeri Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI), M. Natsir Zubaidi mengatakan setelah 6 bulan terpapar Pandemi Covid-19 perlu kolaborasi yang dialogis, bukan kolaborasi yang monologis!.

“Kita bangsa Indonesia tengah menghadapi krisis multi dimensi, baik bidang sosial, pendidikan, agama, ekonomi dan politik,” kata Natsir dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (5/9).

Maka, sangat diperlukan adanya “kolaborasi yang dialogis” setelah selama lebih enam bulan bangsa Indonesia menghadapi Pandemi Covid 19.

Menurut Natsir, hendaknya pemerintah melakukan upaya yang serius dalam penanggulangannya, perlu ada startegi penanganan yang melibatkan segenap komponen.

“Oleh karenanya, pendekatan yang harus dilakukan hendaknya secara dialogis, bukan monologi, satu arah. Pelibatan segenap komponen bangsa tanpa terkecuali, apalagi bangsa Indonesia dikenal bangsa suka bergotong royong, suka berderma dan kerelawaan,” kata Natsir yang juga Anggota MPR RI ,1997 -1999 dan Sekjen PP DMI 2006-2011.

Maka upaya pelibatan Ormas Islam, LSM tokoh-tokoh, para cendekiawan yang potensial sangat diperlukan dalam penanggulangan Covid-19 secara komprehensif, lanjut Pendiri Institut Risalah Peradaban.

Ia berharap agar dana dari pemerintah tidak habis untuk juga hal-hal yang kurang produktif, tetapi dapat dimanfaatkan untuk kepentingan yang lebih produktif, misalkan untuk memberikan insentif bagi kelompok strategis dan perorangan yang memberikan kontribusi bagi penanggulangan Covid-19.

“Mudah-mudahan dalam suasana Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan Tahun Baru Hijriyah bisa dimanfaatkan secara optimal, agar Pandemi Covid-19 segera berakhir dan kita menjadi bangsa  yang sehat, produktif dan berkesejahteraan,” harap Natsir. (L/R4/RS2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)