Negara Arab dan Islam Lakukan Pemantauan Hilal Jumat Sore

Dubai, MINA – Jumat sore ini (22/5) negara-negara Arab dan Islam melakukan pemantauan bulan (rukyatul hilal) awal bulan Syawal, yang menandai Hari Raya Idul Fitri b1441.

Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, Kuwait dan negara-negara lain akan mengumumkan hasil pemantauan pada Jumat malam, melalui otoritas agama masing-masing. Al-Hurrah melaporkan.

“Jika hilal Syawwal berhasil terlihat pada Jumat sore waktu setempat, Sabtu akan menjadi hari pertama Idul Fitri. Namun jika tidak terlihat, Ahad akan menjadi Hari Idul Fitri,” pernyataan Pusat Astronomi Internasional yang berbasis di UEA.

Menurut pernyataan Pusat Astronomi, tidak mungkin untuk terlihat bulan sabit pada Jumat sore dari semua negara di dunia Islam, karena bulan terbenam sebelum matahari. Konjugasi terjadi setelah matahari terbenam.

Oleh karena itu, negara-negara tersebut diprediksi akan menyempurnakan Ramadhan 30 hari, dan hari Idul Fitri akan jatuh pada hari Ahad (24/5), lanjut pernyataan

Pusat Astronomi menambahkan, bulan sabit dpat terlihat pada Sabtu dari timur dunia Islam dengan menggunakan teleskop. Sementara bulan sabit mungkin terlihat dengan mata telanjang tanpa bantuan pada Sabtu di semua dunia Arab dan negara-negara Afrika, Eropa selatan dan Kanada. Termasuk di Amerika Serikat, Amerika Tengah dan Amerika Utara Selatan.

Oleh karena itu, Hari Raya Idul Fitri itu diprediksi akan diadakan di sebagian besar negara-negara pada hari Ahad, 24 Mei, lanjut Pusat Astronomi Internasional.

Turki mengumumkan Sabtu akan menjadi penyempurna bulan Ramadhan. Sehingga hari Ahad akan menjadi hari pertama Idul Fitri, menurut kantor berita Anadolu Agency.

Tunisia adalah negara Arab pertama yang secara resmi menetapkan tanggal untuk Idul Fitri, berdasarkan perhitungan astronomi. Tunisia menyebutkan, bulan sabit tidak mungkin dilakukan pada hari Jumat, dan dengan demikian hari Ahad akan menjadi hari pertama Idul Fitri.

Australia, Malaysia dan Indonesia juga mengumumkan hari Ahad sebagai hari pertama Idul Fitri, karena tidak mungkin untuk melihat bulan sabit awal Syawal pada Jumat sore. (T/RS2/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)