Negara Bagian Victoria Australia Larang Penggunaan Keffiyeh Palestina di Parlemen

Negara bagian Victoria di Australia memutuskan bahwa anggota parlemen tidak boleh mengenakan syal “Keffiyeh” – simbol identitas Palestina – di Parlemen. [Foto: ABC]

Melbourne, MINA – Negara bagian Victoria di Australia memutuskan bahwa anggota parlemen tidak boleh mengenakan syal Keffiyeh – simbol identitas Palestina – di forum resmi parlemen mereka.

Ketua majelis tinggi, Shaun Leane pada pekan lalu meminta empat anggota parlemen Partai Hijau yang mengenakan Keffiyeh untuk menanggalkan kain khas Palestina itu, media Australia Teh Age melaporkan, Selasa (21/5).

Ketua majelis rendah, Maree Edwards menyebut Keffiyeh merupakan simbol politik sehingga dilarang penggunaan di aula parlemen.

“Peralatan politik dan lencana tidak diperbolehkan di aula. Keputusan saya tetap berlaku,” katanya.

Para pemimpin Partai Hijau menuntut penjelasan atas larangan tersebut.

Pemimpin Partai Hijau, Ellen Sandell mengatakan bahwa seorang anggota parlemen mengenakan pin kuning sebagai simbol dukungan terhadap Israel dan ada pula yang memakai lencana pelangi sebagai simbol LGBTQ. Namun penggunaan kedua benda tersebut tidak dilarang, berbeda dengan Keffiyeh Palestina.

Baca Juga:  Kontroversi Si “Hitam Manis” Dukung LGBT

“Seorang Anggota Parlemen saat ini memakai pin kuning, yang oleh sebagian orang dianggap sebagai dukungan terhadap tentara Israel. Yang lain memakai lencana pelangi,” kata Sandell.

Menurut Sandell, jika penggunaan Keffiyeh dianggap bermuatan politis sehingga dilarang, maka seharusnya pin kuning dan lencana pelangi pun dilarang.

“Anggota parlemen mengenakan pakaian untuk menunjukkan dukungan terhadap berbagai tujuan, yang semuanya bisa dikatakan bersifat politis,” ujar Sandell.

Anggota Parlemen dari Partai Hijau kemudian menggunakan media sosial untuk memprotes larangan tersebut.

Sampai hari ini, setidaknya 35.562 warga Palestina telah gugur dalam agresi Israel yang sedang berlangsung di Gaza sejak Oktober 2023, kata Kementerian Kesehatan wilayah yang terkepung pada hari Senin (20/5).

Baca Juga:  Penonton EURO 2024 di Jerman Dapat Topi Semangka “Palestina”

Pernyataan kementerian juga menyebutkan 79.652 orang lainnya terluka akibat serangan tersebut.

Diketahui, sejak agresi zionis, kain keffiyeh Palestina seolah menjadi kain paling ‘menakutkan’ bagi negara Barat.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: Arina Islami

Editor: Widi Kusnadi