Negara-negara Arab Kecam Penodaan Al Qur’an yang kembali Terjadi di Belanda

Ilustrasi Al Qur'an. (Foto: Istimewa)

Den Haag, MINA – Negara-negara Arab mengutuk penodaan terhadap kitab suci Al Qur’an yang sebelumnya terjadi di Swedia, kali ini di Den Haag, Belanda. Mereka memperingatkan tindakan itu merusak kedamaian dan menyebabkan pelanggaran disengaja terhadap salah satu agama besar dunia.

Sebuah video di media sosial pada hari Senin (23/1), menunjukkan Edwin Wagensveld, seorang politikus sayap kanan Belanda dan pemimpin kelompok Islamofobia Pegida, merobek halaman dari salinan Al Quran di Den Haag. Video tersebut kemudian memperlihatkan politisi tersebut membakar halaman-halaman kitab suci yang robek di dalam panci. Anadolu melaporkan.

Kementerian Luar Negeri Saudi menyuarakan kecaman kerajaan atas insiden tersebut, menyebutnya sebagai “langkah provokatif terhadap perasaan jutaan Muslim.”

Kementerian Luar Negeri UEA juga mengecam insiden tersebut, menekankan “perlunya menghormati simbol dan kesucian agama serta menahan diri dari hasutan dan polarisasi.”

Qatar juga mengecam insiden tersebut dalam sebuah pernyataan oleh Kementerian Luar Negerinya, dengan mengatakan “insiden keji ini adalah tindakan hasutan dan provokasi serius terhadap perasaan lebih dari 2 miliar Muslim di seluruh dunia” dan peringatan terhadap “memungkinkan terulangnya pelanggaran terhadap Al-Quran” dengan dalih kebebasan berekspresi.”

Kementerian Luar Negeri Mesir mengecam insiden itu sebagai “tindakan terang-terangan yang melampaui batas kebebasan berekspresi dan melanggar kesucian umat Islam,” menekankan bahwa negara-negara Eropa yang menyaksikan kebangkitan Islamofobia bertanggung jawab untuk mencegah terulangnya provokasi semacam itu.

Kementerian Luar Negeri Yordania juga mengutuk insiden “ekstremis”, memperingatkan bahwa itu “memicu kebencian dan kekerasan, mengancam hidup berdampingan secara damai, dan mengacaukan keamanan dan stabilitas,”. Kementrian juga menyerukan penghormatan terhadap simbol-simbol agama dan diakhirinya kebencian.

Kementerian Luar Negeri Palestina mengecam insiden itu sebagai “serangan terang-terangan terhadap perasaan jutaan Muslim,” menyerukan tindakan internasional untuk menghentikan provokasi semacam itu dan mengkriminalisasi pelakunya.

Kementerian Luar Negeri negara Teluk Oman menyatakan “kecaman keras” atas insiden tersebut, menekankan “perlunya upaya internasional bersama untuk mengkonsolidasikan nilai-nilai toleransi, koeksistensi dan rasa hormat, dan untuk mengkriminalkan semua tindakan yang mempromosikan ideologi ekstremisme dan kebencian dan menyinggung agama dan keyakinan.”

Nayef Al-Hajraf, Sekretaris Jenderal Dewan Kerjasama Teluk, mengutuk insiden tersebut dalam sebuah pernyataan, memperingatkan bahwa “tindakan seperti itu akan mengobarkan dan memprovokasi perasaan umat Islam di seluruh dunia.”

Dalam sebuah pernyataan, Sekretariat Jenderal Organisasi Kerjasama Islam, juga mengutuk keras insiden tersebut.

Provokasi itu terjadi setelah insiden serupa Sabtu lalu di mana Rasmus Paludan, seorang politisi ekstremis Swedia-Denmark, membakar Al Quran di dekat Kedutaan Besar Turki di ibukota Swedia Stockholm, memicu kemarahan di Turkiye dan seluruh dunia. (T/R7/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)