NETANYAHU KE ABBAS: PILIH ISRAEL ATAU HAMAS?

Gaza City, 24 Jumadil Akhir 1435/ 25 April 2014 (MINA) – Setelah rekonsiliasi Fatah-Hamas terwujud, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa Presiden Otoritas Mahmoud Abbas harus memilih antara perdamaian dengan Israel atau Hamas.

Netanyahu menyatakan hal itu kepada wartawan dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Austria Sebastian Kurtz. Netanyahu bertanya, apakah Abbas menginginkan perdamaian dengan Hamas atau perdamaian dengan Israel.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman menegaskan bahwa melaksanakan perjanjian rekonsiliasi akan berarti akhir dari negosiasi.

Dalam hal ini Lieberman menegaskan bahwa penandatanganan kesepakatan untuk membentuk pemerintah persatuan antara Fatah dan Hamas adalah sama dengan penandatanganan penghentian negosiasi antara Israel dan Otoritas Palestina, lapor Middle East Monitor (MEMO) seperti dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Kamis (24/4).

Sementara itu, Menteri Ekonomi Israel Naftali Bennett mencatat bahwa Hamas akan terus membunuh orang-orang Yahudi dan Abbas akan terus menginginkan pembebasan tawanan. “Siapa pun yang berpikir Abbas sebagai mitra harus memikirkan kembali gagasan itu,” tambahnya.

Selama pertemuan dengan wartawan Israel pada Selasa, Abbas mengatakan bahwa untuk melanjutkan perundingan, Israel harus terlebih dahulu berkomitmen untuk pembekuan kegiatan permukiman di wilayah yang diduduki dan fokus pada demarkasi perbatasan negara Palestina di masa depan. Dia juga mengancam bahwa Israel harus menanggung beban pemerintah wilayah Palestina, administratif dan finansial, jika pembicaraan damai antara kedua belah pihak runtuh.

Menanggapi komentar tersebut, Netanyahu menuduh Abbas membuat tuntutan yang tidak dapat diterima. “Kami sedang berusaha untuk memulai kembali perundingan dengan Palestina. Setiap kali kita sampai ke titik itu Abbas menambah syarat yang ia tahu bahwa Israel tidak bisa memberikan,” tegas Netanyahu. (T/Putri/P04/P01).

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Wartawan: Septia Eka Putri

Editor:

Ikuti saluran WhatsApp Kantor Berita MINA untuk dapatkan berita terbaru seputar Palestina dan dunia Islam. Klik disini.

Comments: 0