Netanyahu Ancam Lakukan Serangan Mematikan ke Hizbullah

Tel Aviv, MINA – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu memperingatkan pemimpin Hizbullah Lebanon tentang kekuatan “mematikan” pasukannya, sebagai reaksi terhadap Hassan Nasrallah yang memperingatkan negara Yahudi itu atas beberapa kali serangan ke Suriah.

“Kekuatan serangan mematikan IDF (tentara Israel) berdiri akan berhadapan dengan Hizbullah,” kata perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu di awal pertemuan kabinetnya, Ahad (27/1).

Sebelumnya, dalam sebuah wawancara dengan televisi Al-Mayadeen di Beirut hari Sabtu (26/1), pemimpin Hizbullah Leibanon, Hassan Nasrallah telah memperingatkan Netanyahu bahwa Suriah dan Hizbullah dapat “kapan saja” memutuskan untuk “berurusan dengan … agresi Israel.”

“Jangan membuat kesalahan penilaian dan jangan memulai menuju perang atau bentrokan besar,” kata Nasrallah, yang menyatakan bahwa Hizbullah memiliki “rudal berpresisi tinggi” yang mampu menjangkau semua wilayah Israel.

Tentara Israel sejak 2013 mengklaim telah melakukan ratusan serangan terhadap apa yang dikatakannya sebagai target militer Iran dan pengiriman senjata ke Hizbullah yang didukung Teheran, dengan tujuan menghentikan musuh utamanya Iran dari membangun kekuatan militer di Suriah yang bertetangga.

Netanyahu mengatakan, Nasrallah sedang mengalami “kekhawatiran besar” atas operasi Israel baru-baru ini untuk mengekspos dan menghancurkan terowongan dari Lebanon ke Israel.

Dia juga berbicara tentang apa yang dia sebut sebagai “kesulitan keuangan” Hizbullah dan “tekad” negara Yahudi.

“Percayalah padaku, Nasrallah punya alasan bagus untuk tidak ingin merasakan kekuatan lengan kita,” kata Netanyahu seperti diberitakan Al-Arabiya yang dikutip MINA.

Awal bulan ini Israel mengakhiri operasi untuk menggali dan menghancurkan terowongan yang dituduhkan pada tentara Hizbullah yang akan melintasi perbatasan dari Lebanon.

Nasrallah sendiri pada Sabtu (26/1) mengakui “ada terowongan di Lebanon selatan,” tapi menolak untuk menentukan siapa yang membangun dan kapan, bahkan balik mengejek Israel karena memerlukan waktu “bertahun-tahun” untuk menemukannya.

Perang selama sebulan di 2006 antara Israel dan Hizbullah menewaskan lebih dari 1.200 warga Lebanon, sebagian besar warga sipil, dan lebih dari 160 warga Israel, sebagian besar tentara. (T/B05/R01)

Mi’raj News Agency (MINA)