Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Netanyahu Hadiri Sidang Korupsi Usai 2 Bulan Perang

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 29 April 2026 - 10:48 WIB

Rabu, 29 April 2026 - 10:48 WIB

55 Views ㅤ

Perdana Menteri penjajah Zionis Israel Benjamin Netanyahu (foto: dok MINA)

Tel Aviv, MINA – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menghadiri persidangan kasus korupsi di pengadilan setelah jeda sekitar dua bulan akibat situasi perang di kawasan.

Kehadirannya kembali ke ruang sidang ini langsung menyedot perhatian publik Israel dan internasional, mengingat kasus tersebut menjadi salah satu perkara hukum paling sensitif dalam sejarah politik negeri itu. Media KAN melaporkan, Rabu (29/4).

Sidang yang digelar di Pengadilan Distrik Tel Aviv Selasa (28/4) tersebut merupakan lanjutan dari kasus yang telah berjalan sejak beberapa tahun terakhir.

Netanyahu didakwa dalam sejumlah perkara yang berkaitan dengan dugaan suap, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan dalam hubungan dengan sejumlah pengusaha media dan tokoh bisnis.

Baca Juga: Israel Culik 28 Warga Palestina di Tepi Barat, Termasuk Jurnalis Al Jazeera

Kembalinya Netanyahu ke pengadilan terjadi setelah sebelumnya proses persidangan sempat tertunda akibat perang dan alasan keamanan. Penundaan tersebut telah memicu kritik dari sebagian pihak yang menilai proses hukum terhadap pemimpin Israel itu kerap dipengaruhi dinamika politik dan situasi keamanan nasional.

Dalam laporan media internasional, persidangan ini juga berlangsung di tengah meningkatnya tekanan politik domestik terhadap Netanyahu. Ia tetap membantah seluruh tuduhan dan menyebut kasus tersebut bermuatan politis untuk menjatuhkan kepemimpinannya.

Namun, jaksa penuntut tetap melanjutkan proses hukum dengan menghadirkan sejumlah saksi dan bukti.

Kasus hukum yang menjerat Netanyahu telah berlangsung sejak 2020 dan menjadikannya sebagai perdana menteri Israel pertama yang menghadapi dakwaan pidana saat masih menjabat.

Baca Juga: Sedikitnya 234 Pemukim Israel Serbu Halaman Masjid Al-Aqsa

Situasi ini turut memperdalam polarisasi politik di Israel, sebagian masyarakat mendukungnya sebagai pemimpin kuat, sementara kelompok lain menuntut pertanggungjawaban hukum tanpa pengecualian.

Sementara itu, perkembangan terbaru juga menunjukkan adanya upaya mediasi politik yang melibatkan Presiden Israel Isaac Herzog untuk mendorong kemungkinan penyelesaian di luar pengadilan.

Meski demikian, hingga kini belum ada kesepakatan final, dan proses persidangan diperkirakan masih akan terus berlanjut dalam beberapa waktu ke depan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Empat Warga Palestina Syahid dalam Pelanggaran Terbaru Israel di Gaza

Rekomendasi untuk Anda

MINA Sport
Indonesia
Internasional
Info MINA