NETANYAHU: HERZOG DAN LIVNI AKAN BAGI AL-QUDS

Tzipi Livni (Kanan) dan Isac Herzog (kiri) saat berada di Tembok Al Buraq Masjid Al Aqsa. foto : EPA
Tzipi Livni (kanan) dan Isaac Herzog (kiri) saat berada di Tembok Al-Buraq, Masjid Al-Aqsha. (Foto: EPA)

Gaza, 2 Rabi’ul Awwal 1436/24 Desember 2014 – Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu mengatakan, Selasa kemarin, pemimpin partai Buruh Isaac Herzog dan Pemimpin partai Hatnua Tzipi Livni akan membagi Kota Al-Quds.

Kedua tokoh Israel itu menyatakan Kota Al-Quds akan menjadi ibukota Palestina dan Israel. “Saya mendengar dari orang-orang yang ingin memberikan Palestina ibukota di Kota Al-Quds,“ katanya mengacu kepada Livni dan Herzog seperti dilansir harian Israel Yedioth Ahronoth, sebagaimana dilaporkan Koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Gaza.

Netanyahu menyatakan hal tersebut untuk menyerang rival politiknya sebagai bentuk kampanye menjelang pemilu Israel pada Maret 2015 yang akan datang.

“Saya mendengar mereka mengatakan tembok barat akan tetap menjadi milik kita (Israel), bagaimana mungkin tembok barat akan tetap menjadi milik kita jika berada di wilayah Palestina? Dan bagaimana sebenarnya nanti jika kita akan kembali ke sana, dengan melakukan konvoi, atau dengan helikopter atau dengan kendaraan lapis baja?” ujarnya.

“Kita tidak akan kembali ke tembok barat dengan kendaraan lapis baja setelah 2000 tahun kita mencapainya,” tambahnya.

Netanyahu yang 18 tahun lalu mengklaim  Simon Peres akan membagi Kota Al-Quds menegaskan, tembok ratapan di dinding Masjid Al-Aqsha tersebut akan tetap menjadi milik Israel selamanya.

“Saya katakan di sini, pada hari ini, pada perayaan lilin Hanukah ini, bahwa Tembok Barat akan tetap menjadi milik kita, bersatu selamanya di bawah kedaulatan Israel” tegas Netanyahu.

Sementara itu, Livni dan Herzog menanggapi tuduhan Netanyahu tersebut dengan menyatakan bahwa Netanyahu telah kehilangan kepercayaan dari rakyat Israel.

“Bibi (panggilan Netanyahu), seperti biasa, secara sinis menggunakan isu Yerusalem. Rakyat telah kehilangan kepercayaan kepada Netanyahu, dan kami akan menggantikannya,” ujar Livni dan Herzog dalam sebuah pernyataan bersama saat menghadiri sebuah perayaan di tembok barat Ahad lalu.

“Kedaulatan Israel di Al Quds merupakan ekspresi ikatan sejarah antara rakyat dan negara. Situs suci dan bersejarah ini akan tetap berada di bawah kedaulatan Israel untuk selamanya,” tegasnya.

Menjelang pemilu Israel yang akan dilakukan pada Maret tahun depan, para pemimpin partai mulai gencar melakukan kampanye dengan menyerang lawan politik mereka. Netanyahu yang kehilangan kepercayaan dari rakyat Yahudi melancarkan kampanye guna memulihkan kepercayaannya.

Namun, fakta menunjukkan siapa pun pepimpin negara penjajah tersebut, Palestina dan Al-Aqsha akan tetap mereka kuasai untuk digantikan dengan sinagog yahudi.(L/K01/R05)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0