Netanyahu Keteteran Hadapi Corona Gelombang Kedua

Tel Aviv, MINA – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, Israel belum mau mengibarkan bendera putih pada pandemik corona atau Covid-19 walau dalam beberapa pekan terakhir, kasus corona di negeri zionis itu terus melonjak drastis, meski sebelumnya sempat mereda.

Netanyahu mengatakan, ia bersama kabinetnya akan membahas langkah-langkah yang mungkin untuk menghentikan penyebaran virus corona. Terlebih, masyarakat Israel mulai tidak puas dengan kinerja pejabat negara dalam menghadapi Covid-19 gelombang keduanya.

Pusat Informasi dan Pengetahuan Nasional Israel dalam Perang Melawan Coronavirus mengungkap, kasus harian di Israel melonjak drastis dari 16 menjadi 200 kurun sebulan. Pada Ahad (21/6) kemarin, lembaga itu telah secara resmi mengumumkan perang melawan corona gelombang kedua.

“Saya akan mengadakan rapat kabinet melawan corona dan kami akan membahas langkah-langkah yang diperlukan untuk menghentikan penyebaran pandemi,” kata Netanyahu pada awal pertemuan kabinet mingguan, seperti dilaporkan The New Arab, Senin (22/6).

“Jika kita tidak segera mengubah perilaku kita tentang memakai masker dan menjaga jarak, itu hanya akan membawa diri kita sendiri pada bahaya. Kita tidak akan segan melawan kehendak, kembali pada karantina,” imbuhnya.

Netanyahu mengklaim bahwa segala upaya telah dilakukan untuk mengembangkan vaksin, saat ia menerima serangan Covid-19 untuk kedua kalinya.

Media Israel kecam langkah pemerintah

Wartawan senior Israel Nadaf Eyal mengecam keputusan Pemerintah Israel dalam operasi Yedioth Ahronoth yang telah dilancarkan secara luas untuk memerangi pandemik.

“Ini bukan kesalahan publik (kebanyakan). Kesalahan ini di pemerintah. Apa sebenarnya yang telah mereka lakukan selama satu setengah bulan terakhir? Anda akan mengharapkan mereka untuk menyusun proyek dengan cakupan nasional yang besar?” tulisnya.

“Saya tidak yakin ini dapat mengubah Israel menjadi pemimpin dunia dalam perang melawan virus corona, seperti yang dilakukan para pemimpin Selandia Baru,” imbuhnya.

Worldometers.info mencatat, lebih dari 20 ribu kasus yang dikonfirmasi, dengan jumlah kasus baru meningkat lebih dari 300 dalam beberapa hari terakhir. Setidaknya 305 warga Israel telah meninggal karena virus korona sejak awal wabah pada Maret lalu. (T/R2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)