Netanyahu-Lieberman Sepakati Perjanjian Koalisi

Tel Aviv, 18 Sya’ban 1437/26 Mei 2016 (MINA) – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman telah menandatangani perjanjian koalisi yang membuka jalan bagi politisi ultra-nasionalis dapat menjadi kepala pertahanan baru.

Dengan kesepakatan yang ditandatangani pada Rabu (25/5), Netanyahu mendapat dukungan dari 66 anggota parlemen, termasuk dari partainya Lieberman,  Yisrael Beiteinu.

“Saya percaya perkembangan di wilayah ini telah menciptakan tantangan baru bagi kita semua. Tapi saya juga percaya mereka telah menciptakan peluang baru bagi perdamaian, dan saya berniat untuk menangkap peluang tersebut. Sebuah pemerintahan yang lebih luas, lebih stabil, akan membuat lebih mudah untuk melakukannya,” kata Netanyahu setelah pengumuman.

Pemerintah baru yang sebagian besar terdiri dari partai-partai ultra-nasionalis dan ultra-religius sedang digambarkan sebagai sayap paling kanan dalam sejarah Israel.

“Saya pikir prioritas nomor satu untuk Netanyahu adalah tetap tinggal di pemerintah, itulah yang memotivasi dia. Dia memiliki pemerintahan yang tidak stabil. Dia perlu membawa partai politik lain,”  kata Mitchell Barak, pengamat politik Israel kepada Al Jazeera yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Lebih dari tiga dekade, Lieberman telah beberapa kali menjadi sekutu terdekat Netanyahu dan di lain waktu menjadi saingan sengit.

Partai Lieberman pernah memiliki kebijakan yang menentang upaya pembicaraan damai dengan Palestina dan mendukung pembangunan pemukiman di wilayah-wilayah pendudukan.

Lieberman pernah menyerukan pengeboman Bendungan Aswan Mesir dan penenggelaman tahanan Palestina di Laut Mati. Dia juga berulang kali mengatakan, tidak akan pernah ada negara Palestina.

Dengan pengangkatannya sebagai Menteri Pertahanan Israel, Lieberman sekarang bertanggung jawab terhadap militer dan badan intelijen Israel. Dia juga akan mengawasi pendudukan Israel di wilayah Palestina dan empat juta warga Palestina yang tinggal di daerah itu.

Penasehat Presiden Palestina segera mengecam pengangkatan Lieberman dan menyebutnya “menteri fasis” yang akan mempromosikan pemukiman ilegal Yahudi. (T/P001/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)