Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

NIGERIA SIAP DIALOG DENGAN BOKO HARAM

Rudi Hendrik - Selasa, 13 Mei 2014 - 22:07 WIB

Selasa, 13 Mei 2014 - 22:07 WIB

480 Views

Abuja, 15 Rajab 1435/14 Mei 2014 (MINA) – Pemerintah Nigeria mengatakan pihaknya siap dialog dengan Boko Haram untuk membebaskan lebih dari 200 anak perempuan yang diculik dari sekolah mereka bulan lalu.

Menteri Tugas Khusus Nigeria, Taminu Turaki, mengatakan, Selasa (13/5), kepada AFP bahwa jendela negosiasi masih terbuka.

Turaki yang tahun lalu memimpin sebuah komite mengejar kesepakatan damai dengan kelompok Boko Haram mengatakan, Nigeria selalu bersedia untuk berdialog dengan para penculik.

“Kami bersedia melakukan dialog dalam masalah apa pun, termasuk gadis-gadis yang diculik di Chibok, karena pastinya kami tidak akan mengatakan bahwa itu tidak menjadi masalah,” katanya, Al Jazeera yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Baca Juga: Pesawat Kargo Kenya Kecelakaan di Somalia, Seluruh Awak Tewas

Pernyataan menteri itu disampaikan sehari setelah Boko Haram merilis sebuah video di mana pemimpinnya, Abubakar Shekau mengatakan, gadis-gadis yang diculik bulan lalu dari sekolah menengah akan dibebaskan setelah pemerintah Nigeria membebaskan semua tahanan Boko Haram.

Tapi tawaran itu ditolak pemerintah Nigeria. Amerika Serikat juga telah menentang setiap bentuk barter.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Jen Psaki mengatakan, kebijakan AS adalah “menolak penculik memanfaatkan tindakan kriminal mereka, termasuk uang tebusan atau konsesi”.

Komandan pasukan AS di Afrika telah terbang ke Nigeria untuk membahas bagaimana Washington dapat membantu perburuan untuk anak-anak yang diculik.

Baca Juga: Afrika Selatan Sesalkan Pengusiran Utusannya dari AS

Jenderal David Rodriguez, Kepala Komando AS di Afrika, tiba di Nigeria di mana Amerika Serikat mengkonfirmasi terbang dengan pesawat pengintai berawak ke seluruh negeri dalam upaya mencari gadis-gadis yang diculik itu.

Pejabat AS mengatakan Selasa, kedatangan Rodriguez adalah bagian dari pelaksanaan kesepakatan yang akan memungkinkan AS berbagi intelijen dengan Nigeria, termasuk pesawat mata-mata dan sumber-sumber lainnya.

“Pada titik ini, kami tidak berbagi data intelijen mentah,” kata Juru Bicara Pentagon, Kolonel Steven Warren kepada AFP.

Sebelum penculikan, pemerintah Nigeria menunjukkan sedikit minat dalam kerjasama berskala besar dengan militer AS, dan Washington telah memendam kekhawatiran atas apa yang dilihatnya sebagai taktik kejam pasukan Nigeria dalam perjuangannya melawan militan Boko Haram di utara.

Baca Juga: Uni Afrika: Pemerintahan Paralel di Sudan Ancam Pecah Belah Negara

Meskipun beberapa politisi AS menyerukan ada operasi militer untuk menyelamatkan gadis-gadis tersebut, Pentagon telah menegaskan bahwa mereka tidak mempersiapkan pasukan operasi khusus AS untuk hal itu. (T/P09/IR)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

 

 

Baca Juga: Linda Yuliana, WNI Asal Majalengka Terancam Hukuman Mati di Ethiophia

 

Rekomendasi untuk Anda