Nova Iriansyah Yakinkan Investor Bangun RSUD Zaeonal Abidin

Banda , MINA – Pelaksana Tugas (Plt), Gubernur Aceh mengatakan, potret perkembangan Aceh secara makro saat ini sangat membanggakan.

Pasalnya, adanya penurunan kesenjangan pendapatan, penurunan pengangguran, dan kemiskinan yang terjadi di Aceh saat ini.

“Dengan trend tersebut, kita yakin program kerja pemerintah terkait dengan 15 program unggulan Aceh Hebat, akan benar-benar serius mengutamakan bidang kesehatan, dalam hal ini pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD),” ujar Nova, Selasa (30/7).

Dia menjelaskan, posisi pelayanan kesehatan dalam 15 progam unggulan pemerintah dalam program Aceh Hebat menjadi fokus utama pemerintah Aceh. Sebab, kata dia, sumber daya manusia yang baik, akan ditunjang dengan pelayanan kesehatan yang baik pula.

“Oleh k uparena itu, 15 program tersebut akan diwujudkan dalam Pembangunan Kesejahteraan Sosial dalam Aceh Seujahtra (JKA Plus), salah satunya adalah Peningkatan Sarana, Prasarana dan Kwalitas pelayanan RSU Zaeonal Abidin,” jelas dia.

Kegiatan Penjajakan Minat Pasar / Market Sounding untuk proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin di Aceh, di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa, (30/7) dilaksanakan dalam rangka mendorong partisipasi swasta dalam penyediaan infrastruktur skema Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), Pemerintah Provinsi Aceh bersama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) Persero.

Lingkup yang direncanakan menggunakan skema KPBU pada adalah mencakup pembangunan gedung Rumah Sakit, penyediaan alat kesehatan dan sistem informasi RS (SIMRS), pemeliharaan gedung, alat kesehatan dan SIMRS, jasa kebersihan dan keamanan serta penggantian alat kesehatan.

Proyek ini rencananya akan menggunakan skema pembayaran Ketersediaan Layanan (Availability Payment) dengan indikasi nilai Capital Expenditure (CAPEX) Rp 1,5 – 2,0 triliun selama 17 tahun (termasuk 2 tahun masa konstruksi).

Market Sounding ini merupakan salah satu kelanjutan dari penandatanganan perjanjian penugasan proyek RSUD Zainoel Abidin antara Kementerian Keuangan RI Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) dengan PT PII dan penandatanganan perjanjian pelaksanaan fasilitas proyek RSUD Zainoel Abidin antara Pemerintah Provinsi Aceh Gubernur Aceh dengan PT PII pada 8 Januari 2019.

Direktur Utama PT PII Armand Hermawan mengatakan, PT PII telah diberikan kepercayaan oleh Kementerian Keuangan RI dan Pemerintah Provinsi Aceh untuk memberikan fasilitas penyiapan dan pendampingan transaksi pada proyek RSUD Zainoel Abidin yang merupakan proyek kesehatan pertama dengan menggunakan proyek skema KPBU Syariah.

“Sebagai pemberi penjaminan pemerintah, PT PII senantiasa menunjukkan bahwa skema KPBU merupakan strategi dan solusi yang sangat efektif dalam meraih sasaran pembangunan secara lebih cepat dan tentunya dengan tata kelola yang baik,” jelasnya.

Dia berharap, melalui pelaksanaan market sounding tersebut, akan banyak calon yang tertarik sehingga proyek ini dapat segera terlaksana. “Sesuai mandatnya, PT PII siap untuk memberikan penjaminan dalam upaya untuk mendukung program pemerintah Aceh dalam meningkatkan tingkat pelayanan kesehatan melalui skema KPBU,” jelas Armand.

Keterangan foto: Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah saat memberikan pemaparanya pada kegiatan Penjajakan Minat Pasar/Market Sounding untuk proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin di Aceh, di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa, 30 Juli 2019. (L/AP/RS1)

Mi’raj News Agency (MINA)