NPC-CDC EL-Sharq Selenggarakan Webinar Bahas Bantuan Palestina

Jakarta, MINA – Lembaga Nusantara Palestina Center (NPC) dan Center for Dialogue and Civilization (CDC) EL-Sharq menyelenggarakan webinar bertema “Kontribusi Bantuan Internasional untuk Palestina” dengan menghadirkan tiga narasumber dan pakar internasional dari Jepang, India dan Indonesia.

“Ini adalah webinar kedua, insyaAllah hingga Desember mendatang kita fokus membahas isu-isu sosial ekonomi Palestina. Untuk September, webinar series ini membahas kontribusi bantuan internasional untuk Palestina,” kata Direktur Eksekutif CDC El-Sharq, Muhammad Anas dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (28/9).

Menghadirkan tiga pakar internasional Prof. Saul Takahasi, Profesor Hak Asasi Manusia dan Perdamaian dari Universitas Jogakoing Jepang, Dr. Serajuddin dari Pusat Kajian Politik Universitas Jawaharlal Nehru, India dan Nico Adam, Mantan Pelaksana Fungsi Palestina KBRI Aman.

Menurut Anas, ada sejumlah pertimbangan CDC dan NPC mengangkat tema tersebut. “Pertama pendudukan Israel di Tepi Barat dan Jalur Gaza adalah masalah serius dalam komunitas internasional dan menjadi agenda pemerintah di seluruh dunia dan mencari andil dalam membentuk masa depan Palestina. Kedua, fakta bahwa bantuan internasional untuk Palestina adalah penyaluran bantuan per kapita tertinggi di dunia meski bantuan terus mengalir dan secara berkelanjutan, pendudukan Israel belum berakhir, dan Palestina belum bermerdeka di tanah airnya,” katanya.

Sementara Ihsan Zainuddin, Direktur Nusantara Palestina berharap agar webinar ini menghasilkan berbagai pemikiran yang solutif dan inovatif terkait dengan permasalahaan yang menjadi tema bantuan internasional untuk Palestina.

“Diperlukan peran aktif umat Islam di seluruh dunia agar memberikan sumbangsih kepada Palestina demi meraih kemerdekaan sebagai negara yang berdaulat,” tegas Ihsan.

Ihsan mengatakan, acara ini akan lebih memberi stimulus kritis terhadap upaya membantu saudara-saudara kita di Palestina. Ia berharap kegiatan ini terus dilanjutkan karena tradisi baru dalam diskursus kepalestinaan di Tanah Air. (R/R4/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)