Nur Ikhwan Abadi: Pejuang Palestina Hanya Ingin Ambil Haknya yang Dirampas Penjajah

Al-Muhajirun, MINA – Ketua presidium Aqsa Working Group (AWG), Ir. mengatakan, pejuang Palestina hanya menginginkan hak-hak mereka yang dirampas penjajah Zionis Israel kembali.

Hal ini dikatakannya pada Internasional Seminar dengan tema “The Education in Palestine after Israeli Aggression” dalam Dies Natalis ke-10 STISA Abdullah bin Mas’ud (online) bekerja sama dengan Aqsa Working Group (AWG), Senin (11/12) bertempat di masjid An-Nubuwwah dusun Al-Muhajirun, Negararatu, Natar, Lampung selatan.

“Perlawanan yang dilakukan para pejuang Palestina menunjukan, sebenarnya Zionis Israel itu selemah-lemahnya pasukan. Nyali mereka ciut ketika berhadapan dengan para pejuang Palestina,” ujarnya.

Hal ini terbukti karena mereka bergantung bantuan militer dari Amerika Serikat dan sekutu lainnya, padahal mereka menghadapi para pejuang yang menggunakan senjata sederhana.

Nur Ikhwan juga mengatakan, yang melatarbelakangi pejuang terhadap tentara Zionis Israel diantaranya akibat blokade berkepanjangan di Gaza, sejak 2006 hingga saat ini.

Dengan aksi perlawanan para pejuang pada 7 Oktober tersebut, dunia internasional menjadi tahu, mereka masih mempunyai kekuatan untuk melakukan perlawanan terhadap Zionis Israel.

“Pertolongan menuju kemenangan itu bukan dari banyaknya jumlah pasukan dan senjata, tapi pertolongan yang datang dari Allah subhanahu wa ta’ala,” ujarnya.

Ia juga mengucapkan selamat kepada para pejuang Palestina yang sudah gugur. “Kematian bukan kekalahan, melainkan kemenangan yang diberikan Allah subhanahu wa ta’ala,” katanya.

Nur ikhwan menegaskan permasalahan yang terjadi di bumi Palestina sejatinya permasalahan kaum Muslimin di seluruh dunia. “Masalah mereka adalah masalah kita semua,” tegasnya.

Seminar itu menghadirkan pembicara Dosen Universitas Sains Islam Malaysia Dr. Ahmed abdul Malik, Dosen STISA-ABM, Dr. Lili Sholehuddin, M.Pd. Wakil Bupati Lampung Selatan, Pandu Kesuma juga hadir pada kegiatan yang diikuti ribuan peserta dari santri Ponpes Al-Fatah, warga sekitar, perwakilan santri Ponpes Baitul Qur’an, dan beberapa perwakilan dari cabang Al-Fatah se Provinsi Lampung. (L/Ind/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)