Nurhadis: Terorisme Bukan Ajaran Islam

Bandar Lampung, MINA – “Islam tidak mengajarkan terorisme,” demikian ditekankan aktivis muda Lampung, Nurhadis, dalam kajian rutin bertema “Terorisme Bukanlah Jihad”, yang diadakan Lembaga Dakwah Kampus, Forum Silaturahim dan Studi Islam (FOSSI), Fakultas Hukum Universitas Lampung, Kamis (21/3).

Menurutnya, selama ini aksi terorisme sering dikaitkan dan disematkan kepada Umat Islam.

“Padahal itu tidak benar, umat Islam justru menjadi korban terbesar dari aksi teroris itu sendiri, pembantaian saudara kita di Palestina, di Rohingya, dan tempat lain, juga terakhir di Selandia Baru itu jadi bukti, tapi kenapa Islam selalu dicap teroris,” ujarnya.

Adapun menurutnya, saat ada sebuah kelompok yang kemudian mengatasnamakan Islam lalu melakukan tindakan terorisme itu tidak bisa menjadi alasan untuk mencap bahwa Islam itu teroris.

Kemudian lanjut Hadis, mengaitkan aksi terorisme dengan Jihad adalah kesalahan.

“Jihad itu upaya sungguh-sungguh yang dilakukan untuk menegakkan Islam, dan dalam puncaknya ketika terjadi Jihad Qital (perang) Rasulullah sendiri berikan batasan,” katanya.

Termasuk di dalamnya, tidak boleh membunuh pendeta, perempuan, anak anak, merusak gereja, bahkan merusak pohon pohon.

“Ini di saat kita diperangi, dan ini menunjukkan Islam ajarkan kedamaian,” ujarnya.

Nurhadis juga mengatakan bagaimana kemudian ada upaya untuk menyudutkan Islam dengan menyematkan sebutan teroris.

“Itu Black Propaganda asing untuk membentuk persepsi Islam itu teroris,” ujarnya.

Maka, Hadis juga menghimbau kepada Umat Islam untuk memahami Islam secara benar agar tidak terjerumus kepada cara-cara di luar Islam.

“Sehingga juga Umat Islam tidak ‘dipakai’ sebagai alat untuk membuat citra Islam sebagai teroris,” katanya.(L/B01/P1).

Mi’raj News Agency (MINA).