Obama Kunjungi Masjid Baltimore AS untuk Pertama Kali

U.S. President Barack Obama delivers remarks at the Islamic Society of Baltimore mosque in Catonsville, Maryland on February 3, 2016. Photo courtesy of REUTERS/Jonathan Ernst *Editors: This photo may only be republished with RNS-OBAMA-MOSQUE, originally transmitted on Feb. 3, 2016.
Obama saat berpidao di Masjid Baltimore, AS, Rabu (3/2/2016). (Relegion News)

Baltimore, AS, 25 Rabi’ul Akhir 1437/4 Februari 2016 – Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengadakan acara kunjungan resmi ke Masjid Baltimore, kota terbesar di negara bagian Maryland, AS, Rabu (3/2) waktu setempat, untuk pertama kali sejak menjabat sebagai presiden sejak tujuh tahun lalu.

Dalam kunjungan ke kompleks Masyarakat Islam Baltimore, yang terdiri dari masjid dan sekolah dari TK hingga menengah itu, Obama mengatakan bahwa warga Muslim AS merupakan bagian dari keluarga Amerika.

“Kita salah satu keluarga Amerika. Terlalu sering dikatakan Muslim dan agama Islam dihubungkan dengan terorisme. Muslim Amerika ditargetkan dan disalahkan atas beberapa tindakan,” kata Obama, seperti diberitakan VoA News edisi Rabu (3/2)yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

“Di sini adalah tempat keluarga datang untuk menyembah dan mengungkapkan cinta mereka kepada Tuhan, dan satu sama lain,” pidato Obama di hadapan sekitar 500 jamaah Muslim setempat. Tak lupa Obama dan rombongan melepas sepatu sebelum memasuki masjid tersebut.

Obama menambahkan, sebuah serangan pada satu agama adalah serangan terhadap semua agama.

“Kami sudah mendengar retorika politik yang tidak bisa dimaafkan terhadap Muslim Amerika yang tidak memiliki tempat di negara kita,” katanya, Aljazeera menyebutkan.

Ia juga memuji Muslim-Amerika yang banyak berkiprah sebagai olahragawan, pengusaha dan anggota militer AS.

Obama berbicara tentang kontribusi Muslim yang telah dilakukan untuk masyarakat Amerika. Dia juga mengatakan, “Muslim Amerika membuat kita tetap aman. Mereka adalah polisi kita. Mereka adalah petugas pemadam kebakaran kita.”

Ia meminta Muslim-Amerika untuk mengecam segala bentuk ekstrimisme dan untuk berbicara melawan kelompok radikal yang mendorong kepada tindak kekerasan. Ia menyebut, setelah serangan penembakan pekan lalu di California, ketegangan telah meningkat, dan partai-partai politik banyak mengkritik Muslim.

Kunjungan Obama berlangsung selama kampanye pemilihan calon presiden, di mana Partai Republik mencalonkan Donald Trump yang menyerukan larangan imigran Muslim.

Obama sendiri tidak langsung menjawab komentar tentang Muslim dari kandidat Partai Republik itu. Tapi dia telah mengkritik pernyataan anti-Muslim.

Bulan lalu, Obama meminta Amerika untuk menolak politik yang menargetkan orang-orang dengan dalih ras atau agama.

Kelompok Muslim-Amerika telah mengundang Obama untuk mengunjungi masjid di Amerika Serikat untuk beberapa waktu. Mereka mempertanyakan keamanan setelah ada ancaman dan serangan terhadap Muslim Desember lalu.

Termasuk masyarakat Islam Baltimore telah menerima ancaman tersebut. Polisi telah meningkatkan keamanan di gedung yang meliputi tempat belajar agama, klinik kesehatan dan sekolah. Kompleks Masjid Baltimore dibangun sejak 47 tahun yang lalu dan memiliki ribuan anggota.

Presiden Obama mengatakan penting bagi pemerintah untuk bekerja sama dengan para pemimpin Muslim-Amerika untuk membantu upaya memerangi ekstrimis dan kelompok teroris yang menargetkan radikalisasi umat Islam di AS. (T/P4/P011/P001)

Mi’aj Islamic News Agency (MINA)