OKD: Israel Tidak Boleh Gunakan Rumah Sakit Sebagai Medan Perang

Kondisi Kompleks Medis Al-Shifa pasca serbuan brutal pasukan pendudukan zionis Israel selama lebih dari dua minggu. (Photo: PIC)

Gaza, MINA – Direktur Jenderal (OKD), Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, Israel tidak boleh menggunakan rumah sakit sebagai medan perang.

Hal ini terungkap dalam postingan di akun Ghebreyesus di platform X, Senin (1/4) seperti dikutip dari PIC, yang ia lampirkan pada gambar yang menunjukkan kehancuran besar-besaran di , sebelah barat Kota Gaza.

Pejabat PBB tersebut menekankan perlunya menghormati dan melindungi rumah sakit, dan tidak menggunakannya sebagai medan perang.

PBB bermaksud mengirim tim untuk menyelidiki situasi di Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza setelah serangan Israel, yang meninggalkan pemandangan yang mengejutkan.

Juru bicara PBB Stephane Dujarric menyatakan dalam konferensi pers, mereka telah melihat berita tentang pasukan Israel yang meninggalkan rumah sakit.

Sebelumnya, tentara Israel menarik diri sepenuhnya dari dalam Kompleks Medis Shifa dan sekitarnya, meninggalkan kehancuran besar dan bencana kemanusiaan yang dilakukannya selama 14 hari, selain membakar dan menghancurkan bangunan kompleks serta sebagian besar rumah di sekitarnya.

Tentara Israel mengumumkan dalam sebuah pernyataan, bahwa mereka membunuh 200 warga Palestina dan menangkap lebih dari 500 lainnya dari kawasan Kompleks Medis Al-Shifa di sebelah barat Kota Gaza, selama operasi militer yang berlangsung sekitar dua minggu.

Sejak 7 Oktober 2023, Menurut PBB, Israel telah melancarkan perang dahsyat di Gaza dengan dukungan Amerika, menyebabkan puluhan ribu warga sipil menjadi martir, sebagian besar dari mereka adalah anak-anak dan perempuan, serta kehancuran besar-besaran juga kelaparan yang merenggut nyawa puluhan anak-anak.

Israel terus melanjutkan perang meskipun telah dikeluarkan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera selama bulan Ramadhan, dan meskipun Israel muncul di hadapan Mahkamah Internasional dengan tuduhan melakukan “genosida.” (T/R12/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)

Ikuti saluran WhatsApp Kantor Berita MINA untuk dapatkan berita terbaru seputar Palestina dan dunia Islam. Klik disini.