Islamabad, MINA – Konferensi para Menteri Luar Negeri Organisasi Kerjasama Islam (OKI) berakhir pada Rabu (23/3) di Islamabad, Pakistan. Hasilnya mereka bertekad untuk mempromosikan dan melindungi kepentingan bersama dunia Muslim, serta mendukung tujuan adil Palestina dan Kashmir.
Dalam deklarasi bersama, para peserta menolak terorisme dalam segala bentuk dan manifestasinya serta tidak mengaitkannya dengan negara, agama, kebangsaan, ras, atau peradaban mana pun.
KTT OKI ke-48 dihadiri oleh para menteri luar negeri dan delegasi dari 57 negara Islam serta negara pengamat.
“Isi deklarasi diilhami oleh nilai-nilai dan cita-cita Islam yang luhur yang diabadikan dalam Piagam OKI; mereka berlabuh pada prinsip dan tujuan Piagam PBB,” kata pernyataan Kementerian Luar Negeri Pakistan seperti dikutip dari Anadolu Agency.
Baca Juga: Komunitas Muslim Birmingham Inggris Sukarela Bersihkan Sampah
Deklarasi yang mengangkat tema “Bermitra untuk Persatuan, Keadilan dan Pembangunan” itu mewakili penilaian masalah politik, keamanan, kemanusiaan, ekonomi dan teknologi global.
Deklarasi tersebut menyambut keputusan bulat Majelis Umum PBB yang menjadikan 15 Maret sebagai Hari Internasional untuk Memerangi Islamofobia.
Menolak terorisme, ia menegaskan kembali posisi kuat OKI terhadap upaya untuk menyamakan perjuangan sah rakyat untuk menentukan nasib sendiri dengan terorisme.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi mengatakan, China siap mendukung inisiatif mediasi Islamabad antara Rusia dan Ukraina.
Baca Juga: Presiden Suriah dan Istrinya Ucapkan Selamat Idul Fitri kepada Anak-Anak Syuhada
“Saya bertemu dengan Menteri Luar Negeri China (Wang Yi) hari ini dan membahas (usulan ini). Mereka (China) siap memberikan bobot mereka di belakang proposal kami,” kata Qureshi saat dalam konferensi pers. (T/RE1/P2)
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Puluhan Ribu Muslim Taiwan Shalat Idul Fitri di Bangunan Ikonik Taipei