OKI DIMINTA TIDAK JUAL BBM KE ISRAEL

Mantan Menteri Pendidikan Nasional RI Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA beserta isteri (Gambar: Rudi/MINA)
Mantan Menteri Pendidikan Nasional RI Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA beserta isteri (Gambar: Rudi/MINA)

Jakarta, 27 Ramadhan 1435/25 Juli 2014 (MINA) – Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia 2004-2009, Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA mengimbau negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk tidak menjual bahan bakar minyak ke Israel.

“Lembaga-lembaga internasional seperti PBB dan OKI seharusnya bisa menekan Israel, ” kata Bambang.

“Diantara yang bisa mereka (negara OKI) lakukan seharusnya jangan jual minyak. Israel itu tidak punya minyak. Negara-negara Arab yang kaya minyak. Jangan jual minyak ke Israel,” kata Bambang kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA) setelah menyalurkan donasinya di kantor pusat lembaga kemanusiaan MER-C di Jakarta, Jumat.

Menurut Bambang yang juga mantan Menteri Keuangan di era Presiden Abdurrahman Wahid tersebut, pemerintah Indonesia seharusnya bisa menggunakan jalur OKI dan jalur lainnya untuk berbuat lebih banyak dalam menekan Israel.

“Pemerintah Indonesia, sudah melakukan (langkah nyata) tapi masih kurang. Pemerintah bisa menggunakan jalur OKI dan jalur-jalur yang lain. Pemerintah rasanya kurang cepat dan kurang konkrit,” kata Bambang.

Selaku mantan Menteri Pendidikan Nasional, Bambang mengecam tindakan Israel yang telah menghancurkan lebih dari 120 bangunan pendidikan di Jalur Gaza.

“Tampaknya mereka memang ingin memotong generasi, itu strategi mereka. Kita memang harus lebih serius lagi. Sekarang ini masyarakat sudah jelas, sudah tergerak tidak bisa menerima itu, dan di level pemerintah juga harus melakukan sesuatu yang konkrit,” ujarnya.

Bambang menyalurkan donasinya secara pribadi melalui lembaga medis kemanusiaan dan kegawatdaruratan MER-C yang diangapnya telah berbuat begitu nyata dalam membantu rakyat Palestina di Jalur Gaza, dengan adanya bangunan Rumah Sakit Indonesia di sana. (L/P09/EO2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0