Operasi Militer Afghanistan Tewaskan Pemimpin Taliban dan ISIS

Pasukan militer Afghanistan (Foto: File/Istimewa)

Kabul, MINA – Seorang komandan tertinggi kelompok Taliban bersama sembilan anak buahnya tewas dalam sebuah operasi militer yang dilakukan oleh pasukan keamanan Afghanistan di provinsi Helmand selatan.

Juru bicara Komando Pasukan Komando, Ahmad Jawed Salim, Jumat (14/7) mengatakan kepada kantor berita Afghanistan Bakhtar News Agency (BNA) yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), komandan beserta anak buahnya terlibat dalam mengorganisir kegiatan penyerangan dan destruktif, sehingga menjadi target untuk dibunuh oleh Pasukan Komando Afghanistan di distrik Nad Ali di provinsi Helmand.

Munib Amiri adalah seorang komandan tertinggi Pasukan Komando beserta tentaranya yang memerangi gerilyawan Taliban di provinsi Helmand, Salim menambahkan.

Pasukan Komando mencoba untuk memusnahkan oposisi bersenjata dan memastikan perdamaian dan stabilitas di berbagai bagian provinsi Helmand, Salim menegaskan.

Sementara itu, sebanyak 25 loyalis ISIS juga terbunuh oleh serangan udara baru-baru ini di provinsi Nangarhar timur.

Kelompok yang beraviliasi pada ISIS ini menjadi target operasi saat berada persembunyian mereka di distrik Acheen, Roudat, Koot dan Heska Mina di provinsi ini.

Juru bicara Hazrat Hussain Mashriqiwal dari markas polisi Nangarhar mengatakan, termasuk pemberontak asal Pakistan 25 pengikut ISIS tewas dalam penggerebekan tersebut.

Para teroris sedang mengatur serangkaian kegiatan teroris dan destruktif di tempat persembunyian mereka, saat dilakukan penyerangan oleh militer sehingga mereka terbunuh.

Dilaporkan, tidak ada korban dari warga sipil selama serangan udara ini. Menurut laporan lain, pasukan keamanan Afghanistan berhasil menemukan empat tempat penyimpanan senjata di provinsi Nangarhar.

Tempat penyimpanan senjata telah ditemukan selama operasi khusus yang dilakukan oleh personil keamanan Afghanistan di distrik Sarkh Road, Koot dan Door Baba di provinsi tersebut.

Puluhan senjata berat dan ringan telah disita dari gudang penyimpanan tersebut, kata seorang pejabat militer di Nangarhar. (T/B05/P1)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)