OPOSISI SEKULER SURIAH GABUNG DI KOBANE LAWAN ISIS

FSA
Pasukan FSA siap bergabung dengan pasukan Kurdi di Kobane melawan ISIS. (Foto: AA)
Pasukan FSA siap bergabung dengan pasukan Kurdi di Kobane melawan ISIS. (Foto: AA)

Tallinn, Estonia, 2 Muharram 1435/26 Oktober 2014 (MINA) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, gerilyawan Kurdi di Suriah setuju menerima 1.300 tentara oposisi Suriah sekuler, Pasukan Suriah Merdeka (FSA), di kota Kobane yang sedang berjuang menahan serangan militan ISIS.

Pasukan yang telah berjuang melawan pemerintah Suriah itu akan bergabung bersama pasukan Partai Persatuan Demokrasi atau PYD dalam perang melawan ISIS.

Dalam konferensi pers bersama Presiden Estonia Toomas Hendrik Ilves, di Tallinn, Erdogan mengatakan pasukan Peshmerga, pejuang Kurdi dari Irak juga akan bergabung untuk menyelamatkan kota perbatasan Suriah-Turki itu, Anadolu Agency yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA) melaporkan, Sabtu.

“PYD sebelumnya menyetujui sekitar 200 pasukan Peshmerga,” katanya. “Namun, kami kemudian mengetahui bahwa jumlah yang disepakati berubah dan sekarang hanya 150 tentara Peshmerga.”

Pasukan oposisi mengkonfirmasi rencana itu, menurut pernyataan yang ditulis oleh unit operasi FSA di Aleppo. Pasukan akan berada di bawah komando Kolonel Abdul-Jabbar Al-Aqidi.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Jen Psaki mengatakan kepada wartawan di Washington, AS akan mendukung masuknya tentara FSA dalam membela Kobane, tetapi AS tidak akan memfasilitasi kelompok itu.

Pertempuran untuk menguasai kota Kobane yang strategis telah dimulai sejak pertengahan September, ketika ISIS masuk Kobane. Diperkirakan 1,5 juta pengungsi Suriah, termasuk sekitar 190.000 dari Kobane, sedang ditampung di kamp-kamp di seluruh Turki. (T/P001/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

Wartawan: Rudi Hendrik

Editor: Ismet Rauf

Comments: 0