Organisasi-Organisasi Politik Kuwait Kutuk Pernyataan Trump

(Sumber: Arab America)

Gaza, MINA – Kumpulan organisasi politik Kuwait mengutuk keras pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang mengatakan kesediaan Kuwait untuk menandatangani kesepakatan normalisasi dengan Israel.

Mereka menyerukan kepada pemerintah Kuwait untuk mengumumkan sikap penolakan resmi untuk normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel.

Sekumpulan organisasi politik Kuwait mengeluarkan pernyataan bersama pada hari Sabtu (19/9) tentang hal ini, demikian dilaporkan Kantor Berita Al-Ray, Ahad (20/9).

Pernyataan kumpulan organisasi politik Kuwait itu ditandatangani oleh pemimpin-pemimpin dari Aliansi Islam Nasional, Kaukus Keadilan dan Perdamaian, Arus Arabis, Gerakan Liberal Kuwait, Forum Demokratik Kuwait, Perkumpulan Panji Rakyat, Partai Konservatif Sipil, Pertemuan Wala Nasional, Gerakan Konstitusi Islam, Gerakan Rakyat Nasional, dan Grup Piagam Nasional.

Pernyataan tersebut meminta pemerintah Kuwait dan kementerian luar negerinya untuk mengklarifikasi sikap resminya atas klaim presiden AS itu.

Mereka juga meminta Parlemen Nasional Kuwait untuk segera membuat hukum “kriminalisasi normalisasi dengan entitas Zionis” .

Pernyataan tersebut mendesak kekuatan politik Kuwait dan individu, kelompok, dan kekuatan masyarakat sipil, untuk segera mengambil langkah-langkah untuk mengesahkan undang-undang ini guna memberikan perlindungan rakyat yang kuat atas keputusan resmi pemerintah yang menolak normalisasi yang memalukan ini.

Pernyataan tersebut mengutip pasal-pasal pada Konstitusi Kuwait yang menyatakan bahwa Kuwait berada dalam perang defensif dengan gerilyawan Zionis.

Pernyataan itu menekankan penolakannya untuk normalisasi dengan Israel, dalam kesetiaan kepada para syuhada Kuwait dalam berbagai perang Arab melawan entitas Zionis, serta dari sikap moral dan manusiawi yang membutuhkan sikap mendukung kelompok yang tertindas melawan penindas, pembunuh, perampas kehormatan dan tanahnya.

“Kuwait tidak akan melupakan darah para syuhada, penderitaan para ibu, anak-anak, tahanan, dan yang terluka, pengorbanan generasi-generasi selama dekade agresi Zionis di Palestina dan Al-Quds Al-Sharif,” bunyi pernyataan itu.

Wall Street Journal sebelumnya mengutip pernyataan presiden AS Donald Trump yang mengatakan bahwa Kuwait akan segera menjadi negara berikutnya yang menormalkan hubungannya dengan “Israel”.

Pada hari Selasa, 15 September 2020, AS menjadi penyelengara peresmian normalisasi hubungan Israel dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain di Gedung Putih.

Presiden Trump mengumumkan, sebanyak enam negara lain segera dapat menormalisasi hubungan mereka sendiri dengan negara Yahudi tersebut.

Banyak organisasi politik Arab mengumumkan penolakannya untuk menormalisasi hubungan dengan Israel, menganggapnya sebagai pengkhianatan.(T/R1/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)