Organisasi Rumah Muslimah Indonesia (Rania) di Turki Diluncurkan

Ankara, MINA – Meningkatnya jumlah WNI terutama perempuan Indonesia yang tinggal di Turki mendapatkan perhatian dari para aktivis yang berinisiatif untuk menghadirkan organisasi perempuan baru. Organisasi tersebut bernama Rumah Muslimah Indonesia (Rania) Turki yang diluncurkan secara virtual pada Ahad (28/6).

“Dengan terbentuknya Rania Turki, semoga dapat menjadi inspirasi bagi perempuan Indonesia di Turki. Ke depannya terus maju untuk Rania, kami akan selalu mendukung,” kata Novi Asy’ari, Ketua Dharma Wanita KJRI Istanbul dalam keterangan tertulis yang diterim MINA, Senin (29/6).

Acara launching virtual Rania Turki ini mengambil tema “Menjadi Perempuan Muslimah Berdaya Bersama Rania” dan menghadirkan pembicara Netty Prasetiyani (Anggota Komisi IX DPR RI) sebagai keynote speaker, Ketua Dharma Wanita KBRI Ankara Sinta Agathia dan Novi Asy’ari, Ketua Dharma Wanita KJRI Istanbul).

Dukungan terhadap Rania juga datang dari Ketua Dharma Wanita KBRI Ankara Sinta Agathia yang mengatakan, Dharma Wanita membuka hati untuk berkolaborasi bersama. “Saya melihat Rania selama bulan Ramadhan kemarin telah mengadakan aktivitas positif yang menguatkan semangat para perempuan Indonesia selama masa lockdown di Turki,” ujarnya.

“Dengan ini saya nyatakan Rania Turki secara resmi berdiri,” kata Sinta saat meresmikan peluncuran Rania Turki kepada masyarakat Indonesia yang ada di Turki.

Sementara itu pembicara kunci dalam acara itu Netty Prasetyani menyatakan, Rania Turki akan menjadi rumah besar bagi perempuan Indonesia di Turki untuk bisa bersilaturahim, mengumpulkan potensi dan memberikan manfaat kepada masyarakat di Turki

Anggota Komisi IX DPR RI itu juga mengatakan, masih banyak masalah yang mendera perempuan seperti isu kesehatan dan tenaga kerja.

“Angka kematian ibu masih tinggi, termasuk juga  banyak perempuan yang bekerja keras mempertaruhkan nyawanya menjadi pekerja migran di berbagai negara. Hal ini menjadi potret bahwa masalah perempuan harus kita selesaikan bersama. Saya percaya jika perempuan menggabungkan dirinya dalam sebuah organisasi maka puzzle kekuatan dan potensi ini akan terkumpul dan bisa menyelesaikan banyak masalah,” tegasnya.

Selain itu, Ketua Umum Rania Turki Sri Wahyuningsih mengatakan bahwa Rania merupakan wadah bagi seluruh perempuan muslimah Indonesia di Turki.

“Kami mendirikan Rania Turki dengan latar belakang anggota yang beragam terdiri dari ibu rumah tangga, mahasiswi dan pelajar. Kami berharap Rania dapat tumbuh mengembangkan anggotanya menjadi perempuan muslimah yang cerdas, mandiri dan berdaya,” katanya.

Agenda launching Rania Turki ini diikuti ratusan ibu-ibu, mahasiswi dan pelajar dari berbagai kota di Turki seperti Istanbul, Ankara, Antalya, Izmir, Sakarya, Kayseri, Tekirdag dan Kirklareli.

Selain itu juga terdapat tamu undangan dari berbagai organisasi seperti GIA, PCIM Turki, Fatayat NU Turki, KAMMI Turki, FLP Turki, IKPM Turki, Ikamat Turki, Madrasah Fatih, TIH, Rumaisa Sabila Eropa, Baitunna Jannatuna Jerman, Aliansi Keputrian Timur Tengah dan Afrika, dan perwakilan PPI Turki dan PPI Wilayah. (R/R6/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)