ORMAS ISLAM MALAYSIA AJAK ASEAN BOIKOT ISRAEL

(Sumber:e-blog)
(Sumber:e-blog)

Kuala Lumpur, 25 Ramadhan 1435/23 Juli 2014 (MINA) – Sejumlah ormas Islam Malaysia yang tergabung dalam Majlis Perundingan Pertubuhan Islam Malaysia (MAPIM) menyerukan seluruh negara anggota ASEAN memboikot semua produk dan jasa terkait dengan Zionis Israel.

Kampanye itu berhubungan dengan gerakan internasional memboikot, memindahkan saham, dan sanksi (Boycott, Diversement and Sanction/BDS) terhadap Zionis Israel, terutama pada agresi militer entitas Zionis itu saat ini dan terus berlanjut, menewaskan ratusan warga sipil dan melukai ribuan orang di Gaza.

“Kampanye ini tepat, kritis dan sangat diperlukan untuk menekan Zionis Israel dan Amerika Serikat, kedua negara teroris dunia,” kata Mohd Azmi Abdul Hamid, Presiden MAPIM dalam siaran pers yang diterima Koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (23/7).

Menurut Abdul Hamid, kampanye BDS akan menciptakan peluang bagi partisipasi yang lebih luas melalui cara-cara perlawanan non-kekerasan terhadap segala kejahatan perang Israel.

Gerakan BDS yang diprakarsai mayoritas organisasi masyarakat bawah di Palestina sejak 2005 hingga sekarang telah menyebar ke berbagai penjuru dunia. Gerakan itu terinspirasi oleh gerakan anti-apartheid (anti diskriminasi) di Afrika Selatan.

Rencananya, MAPIM akan mendirikan Sekretariat Kampanye BDS terhadap Israel bagi semua negara Anggota ASEAN (ABC-Israel) untuk mengkoordinasikan dan membuat jaringan dengan banyak kelompok sipil, tokoh masyarakat terkemuka ASEAN, ulama berpengaruh dan aktivis akar rumput.

Lembaga yang mewakili 88 ormas Islam di Malaysia itu menargetkan partisipasi 5.000 organisasi sipil dan masyarakat, 1.000 anggota parlemen di semua negara ASEAN untuk secara efektif melaksanakan kampanye dalam tiga bulan ke depan.

“Kampanye akan menjadi upaya yang panjang dan berkesinambungan berdampak pada rezim rasis Israel. Kami akan memaksimalkan partisipasi dan dukungan dari masyarakat untuk kampanye ini,” ujar Abdul Hamid.

MAPIM akan mengembangkan mekanisme pemantauan untuk memastikan bahwa kampanye memenuhi dampak yang ditargetkan. Sekretariat akan merekrut relawan dari masing-masing negara ASEAN untuk meluncurkan gerakan BDS dan mempertahankan kegiatan kampanye.

Abdul Hamid mengatakan, pihaknya bertujuan melakukan tindakan nyata terhadap Zionis Israel dan Amerika Serikat melalui pelaporan organisasi dan media untuk memungkinkan berbagai macam orang masyarakat, terlepas dari agama dan keyakinan, terlibat dalam perlawanan terhadap pejajah Israel di Palestina.

Pada tingkat regional MAPIM bekerja sama dengan LSM dan organisasi hak asasi manusia di ASEAN. Sementara secara global, organisasi itu mempromosikan partisipasi langsung oleh aktivis internasional dan penciptaan jaringan dukungan di seluruh dunia dan kelompok-kelompok solidaritas.

“Tujuan kami adalah untuk menimbulkan ‘tindakan hukuman’ terhadap Israel hingga sesuai dengan ajaran hukum internasional,” tegas Azmi.

Kampanye BDS melawan Zionis Israel menargetkan untuk mengakhiri penjajahan dan kolonisasi dari semua tanah Palestina dan membongkar dinding apartheid; mengakui hak-hak dasar warga Arab-Palestina; dan menghormati, melindungi dan mempromosikan hak-hak pengungsi Palestina untuk kembali ke rumah dan properti mereka sebagaimana diatur dalam Resolusi PBB 194.

Kampanye melalui tiga pendekatan tersebut menggambarkan bagian penting untuk menunjukkan ketidaksetujuan atas tindakan suatu negara.

MAPIM menyerukan semua konsumen ASEAN untuk menggunakan hak mereka memilih dan hak untuk memboikot produk juga jasa serta untuk menekan pemerintah masing-masing melepaskan diri dari hubungan perdagangan dan diplomatik, kerjasama sosial dan budaya, hubungan akademik dan keuangan, militer serta kolaborasi teknologi dengan Zionis Israel.

MAPIM juga mendesak semua masyarakat sipil, politisi dan pengusaha swasta di Malaysia untuk menghentikan semua keterlibatan dan transaksi berkaitan dengan Zionis Israel.(L/P02/R1)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0