OSCE Minsk Group Serukan Gencatan Senjata Armenia-Azerbaijan

Foto: daily sabah

Wina, MINA – Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE) Minsk Group yang diketuai bersama oleh Perancis, Rusia, dan AS menyatakan, konflik yang meningkat antara Armenia dan Azerbaijan atas Nagorno-Karabakh yang diduduki merupakan ancaman yang tidak dapat diterima bagi stabilitas kawasan.

Menteri luar negeri ketiga negara dalam pernyataan bersama, mengutuk atas meningkatnya kekerasan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Menyerukan sekali lagi kepada pihak yang bertikai untuk menerima gencatan senjata segera dan tanpa syarat,” bunyi pernyataan itu, demikian Daily Sabah melaporkan, dikutip MINA, Selasa (6/10).

Pertempuran di wilayah itu pecah lagi pada 27 September, ketika pasukan Armenia menargetkan pemukiman sipil Azerbaijan dan posisi militer, yang mengakibatkan korban.

Hubungan antara kedua negara bekas Republik Soviet itu, tegang sejak 1991, ketika militer Armenia menduduki Nagorno-Karabakh, wilayah Azerbaijan yang diakui secara internasional.

Organisasi OSCE Minsk Group, dibentuk pada tahun 1992 untuk menemukan solusi damai atas konflik tersebut, tetapi tidak berhasil. Gencatan senjata, bagaimanapun, disepakati pada tahun 1994.

Berbagai resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta banyak organisasi internasional, menuntut penarikan pasukan penyerang.

Banyak kekuatan dunia, termasuk Rusia, Perancis, dan AS, telah mendesak gencatan senjata segera, menyusul gejolak terbaru dalam konflik tersebut. Turki, sementara itu, mendukung hak Azerbaijan untuk mempertahankan diri.

Mengulangi dukungan Ankara kepada Baku terhadap agresi baru-baru ini oleh tetangganya Armenia, pada Senin Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan, adalah tugas setiap negara terhormat untuk mendukung perjuangan Azerbaijan membebaskan wilayah pendudukannya. (T/Hju/P1

Mi’raj News Agency (MINA)